Breaking News:

Pedagang di Pontianak Prediksi Akan Ada Kenaikan Harga Daging pada Tiga Hari Jelang Ramadan

Dirinya mengungkapkan, bahwa H-3 Ramadhan dipresentasikan akan ada kenaikan harga. Bahkan tidak hanya itu, ia juga menerangkan bahwa H-10 hari idul Fi

TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Suasana di pasar Flamboyan, Sabtu 3 April 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pedagang di kota Pontianak menyampaikan, bahwa akan ada kenaikan harga pada daging sapi. Salah satu diantaranya, disebutkan oleh Hafidz.

Dirinya mengungkapkan, bahwa H-3 Ramadhan dipresentasikan akan ada kenaikan harga. Bahkan tidak hanya itu, ia juga menerangkan bahwa H-10 hari idul Fitri nanti harga daging bisa mencapai Rp 150 ribu per kilogram.

"Kalau sekarang masih standar seperti hari-hari biasa yaitu Rp 125-130 ribu per kilogram. Tapi kalau menjelang Ramadhan H-3 itu orang kan pada banyak beli. Jadi naik biasanya naik Rp15 ribu kalau sudah nyambut puasa dan nyambut lebaran H-10 bisa mencapai Rp150 ribu perkilogram," ungkapnya, Sabtu 3 April 2021.

Baca juga: Jelang Masuknya Bulan Ramadan, Bintoro Ungkap Ketersediaan Semua Pangan di Pontianak Mencukupi

Sementara itu, Abil mengatakan, untuk harga ayam potong bisa mencapai Rp 35 ribu perkilogram.

"Kalau dekat-dekat Ramadhan biasanya harga ayam Rp 35 ribu. Jadi ada kenaikan. Karena pembeli makin banyak, stok ayam pun biasnya kurang," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Bintoro memastikan, bahwa harga ayam di Kota Pontianak tidak terjadi lonjakan harga.

Hal tersebut dikatakannya menyusul beberapa waktu lalu terjadi kenaikan harga ayam yang mencapai Rp 35 ribu perkilogram.

Ia mengatakan, bahwa kenaikan harga itu hanya dilakukan oleh beberapa oknum saja.

Bahkan Bintoro mengatakan, menjelang H-3 Ramadhan dan H-3 menjalang idul Fitri banyak harga ayam yang mengalami penurunan yang disuplai sekitar 10 ribu ekor dari peternak Sungai Ambawang dan Singkawang yang menjadi pemasok utama ke Kota Pontianak.

"Awal bulan pernah ada tiga hari terjadi kenaikan hingga Rp 35 ribu. Padahal ayam Malindo dan popan penetasan masih tetap Rp18 ribu perkilogram. Di pasaran itu naik, karena ada permainan pialang. Namun setelah kami dan dari pemerintah TPID melakukan sidak ke pasaran, harga ayam langsung normal kembali yaitu Rp 26 ribu perkilogram," ungkapnya.

Hingga kini, ia katakan masih belum diketahui secara pasti siapa pialang yang menjadikan harga ayam melonjak tinggi tersebut.

"Masih belum diketahui siapa pialang ini," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved