Breaking News:

Jelang Masuknya Bulan Ramadan, Bintoro Ungkap Ketersediaan Semua Pangan di Pontianak Mencukupi

Ia mengungkapkan, jumlah ketersediaan sapi jelang Ramadhan, Idul Fitri hingga Idul Adha tersedia kurang lebih 5 ribu ekor yang mendatangkan dari Kalim

TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Suasana di pasar Flamboyan, Sabtu 3 April 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Bintoro menyampaikan, ketersediaan semua pangan menjelang Ramadan di Kota Pontianak semuanya masih mencukupi, Sabtu 3 April 2021.

"Alhamdulillah kita cukup semua, baik bulog, ikan, daging sapi, ayam itu sudah cukup semua. Terutama ketersediaan beras masih 200 ton cadangan dan untuk menanggulangi kelangkaan, total semuanya ada 300 ton," ujarnya.

Ia mengungkapkan, jumlah ketersediaan sapi jelang Ramadhan, Idul Fitri hingga Idul Adha tersedia kurang lebih 5 ribu ekor yang mendatangkan dari Kalimantan Tengah dan Jawa dengan menggunakan kapal yang bisa mengangkut 300-400 ekor sapi.

Baca juga: Wali Kota Edi Kamtono Dorong Kampung Caping Jadi Destinasi Wisata di Pontianak

"Daging beku memang tidak bisa dielakkan dan memang tidak ada penutupan impor, jadi kita impor legal dari Australia. Dan tatap sehat dikonsumsi, namun tergantung masyarakat sendiri mau beli atau tidak," ujarnya.

Sedangkan untuk ketersediaan ayam akan tersedia sebanyak kurang lebih 15 ribu ekor.

Jika berkaca pada tahun lalu, DOC tersedia 175 ribu ekor, hingga kelebihan stok dan harga hingga mencapai dibawah 20 ribu perkilogram.

"Untuk ayam masih produk penetasan sekitar 15 ribu ekor, karena yang dipotong harus imbang popan dan malindo dan masih normal," katanya.

Kemudian, untuk komoditi sayur horti atau daunan, dikatakannya kecil sekali teejadi kerusakan pada tanaman lantaran pihaknya menyediakan paranet untuk bisa menahan turunnya hujan dan menahan sinar matahari 2 persen. Untuk itu, ketersediaan dan harga sayuran saat ini tidak terjadi inflasi.

"Komoditi yang diimpor dari luar bawang merah dari Wonosobo dan Malang masih bisa ngadakan, kecuali bawang putih impor dari luar negara," katanya.

Ia juga mengungkapkan, pada harga cabai hingga kini sudah mengalami penurunan sekitar 10 persen yang semulanya harga cabai rawit capai 13-140 ribu perkilogram, namun kini sudah menjadi Rp 110 ribu perkilogram.

"Sedangkan yang campuran Rp 86 ribu dan cabai hijau Rp 56 ribu perkilogram," ujarnya.

"Untuk menanggulangi kenaikan harga, kita akan adakan Operasi pasar," jelasnya. (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved