Airlangga Disebut Miliki Dua Keunggulan Dibanding Kandidat Capres Lain
Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menuturkan, meskipun Airlangga belum menyatakan maju secara terbuka, tet
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Hamdan Darsani
Arya mengatakan peluang koalisi PDIP-Gerindra memang terbuka. Namun, jika koalisi gagal, PDIP masih bisa mengusung capres sendiri.
Di sisi lain, menurut Arya Partai Golkar masih memiliki pekerjaan rumah untuk mendongkrak popularitas capresnya. Sebab, dikarenakan belum menyatakan maju sebagai capres, sehingga nama Airlangga belum populer menjadi salah satu yang teratas dalam sejumlah lembaga survei.
"Beliau punya tantangan dalam hal meningkatkan popularitas. Tapi calon calon lain juga punya tantangan, misal yang populer tapi tidak punya koneksi, terbatas di level high politic. Tidak bisa mengakses tokoh-tokoh penting di partai atau tidak punya sokongan partai," ujar Arya.
Diakui Arya, Airlangga sudah terlihat membangun komunikasi dengan beberapa partai untuk menjajaki peluang koalisi.
Dalam beberapa waktu terakhir, Airlangga sudah bertemu dengan Prabowo Subianto dan Surya Paloh. Terakhir, Airlangga juga bertemu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa. (*)