Breaking News:

Kalbar Terima 500 Vial Vaksin AstraZeneca, Anggota Polda Kalbar Akan Terima Vaksinasi AstraZeneca

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan untuk satu vial vaksin AstraZeneca digunakan untuk 10 orang. 

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menerima sebanyak 500 vial vaksin AstraZeneca pada 25 Maret 2021 yang akan digunakan khusus untuk anggota Polri di Polda Kalbar. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan untuk satu vial vaksin AstraZeneca digunakan untuk 10 orang. 

“Sesuai arahan Kemenkes telah memberikan petunjuk bahwa 500 vaksin AstraZeneca ini  untuk vaksinasi covid-19 bagi anggota polri di Polda Kalbar,” ujarnya saat ditemui di Ruang Kerjanya, Rabu 31 Maret 2021.

Baca juga: Apa Itu Tripsin Babi yang Disebut MUI Ada di Vaksin AstraZeneca, Apakah Halal atau Haram?

Ia mengatakan selanjutnya belum diketahui vaksin jenis apa yang akan datang setelah AstraZeneca. Bisa saja dikatakannya vaksin Sinovac, Vaksin COVID-19 Moderna, Pfizer atau AstraZeneca

“Tapi yang jelas vaksin ini sudah mendapatkan persetujuan dari BPOM untuk Use Authorization (EUA) atau persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat untuk Vaksin COVID-19,”jelasnya. 

Ia mengatakan apabila sudah dianggap aman. Maka Diskes akan melaksanakan vaksin kepada masyarakat dengan vaksin yang diterima oleh Diskes  Provinsi termasuk vaksin AstraZeneca.

“Jadi  vaksin AstraZeneca sudah kita serahkan ke Polda melalui Diskes Kota Pontianak sebanyak 250 vial vaksin. Lalu 250 vaksin sisanya akan dibagikan dengan persetujuan Polda Kalbar dibagikan ke Polres tempat anggota Polri bertugas,”ungkapnya.

Selanjutnya untuk pelaksanaan vaksinasi AstraZeneca  terhadap anggota Polri akan dilaksanakan oleh Bidokes Polda Kalbar termasuk RS Anton Sudjarwo, dan klinik yang dimiliki oleh Polda Kalbar.

Dikatakannya terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi yang selanjutnya disingkat KIPI bahwa  Tim KIPI nasional terus bekerja kalau memang dianggap KIPI terlalu banyak maka akan di stop penggunan vaksin tersebut.

Namun sebelumnya di kaji terlebih dulu apakah KIPI tersebut berhubungan dengan vaksin. 

“Kalau ada hubungan akan diuji ulang untuk kelayakan penggunaan tapi kalau tidak ada hubungannya dengan vaksin akan kita lanjutkan,”ujarnya.

Selain itu Komisi Daerah (Komda) KIPI  maupun Komisi Nasional mereka yang akan menentukan KIPI tersebut berhubungan dengan vaksin atau tidak. Maka akN dikaji lagi apakah vaksin layak di lanjutkan atau tidak.

Dikatakannya mulai Februari 2021 sampai Maret kemarin Kalbar telah  menerima 73.870 vial vaksin tahap 1 dan 2. Pada tahap 1 Kalbar telah menerima vaksin jenis sinovac dan tahap kedua juga sinovac namun  diproduksi di Biofarma. 

“Tahap pertama kita menerima sebanyak 52.700 vaksin sinovac dari China, ditahap kedua sebanyak 21.110 vaksin yang satu vial 10 dosis berupa vaksin Sinovas diproduksi di Biofarma dibawah lisensi China,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved