Breaking News:

Dorong Pelaksanaan ETP, Pemprov Kalbar Bentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah

Sutarmidji berharap 14 Kabupaten dan Kota di Kalimantan Barat dapat membentuk TP2DD. Hal ini untuk mempercepat implementasi elektronifikasi transaksi

TRIBUN/FILW
Gubernur Kalbar, Sutarmidji menandatangani Surat Keputusan Gubernur Kalbar tentang Pembentukan Tim Percepatan Dan Perluasan Digitalisasi Daerah Provinsi Kalimantan Barat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat atau Pemprov Kalbar telah resmi membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Hal ini untuk mendorong transformasi digitalisasi keuangan daerah melalui elektronifikasi transaksi pemda (ETP).

Makanya perlu dilakukan pembentukan TP2DD yang berperan dalam mendorong inovasi, mempercepat dan memperluas pelaksanaan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah.

Bank Indonesia Dorong Penerapan Non Tunai di 12 Destinasi Wisata Unggulan Kalbar

Serta mendorong integrasi ekonomi dan keuangan digital dalam rangka mewujudkan efisiensi, efektifitas, transparansi, dan tata kelola keuangan yang terintegrasi.

Pembentukan TP2DD ini didasari oleh Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah tanggal 4 Maret 2021.

Pembentukannya di Kalbar tertuang secara resmi pada Surat Keputusan Gubernur Kalbar Nomor : 218/BKAD/2021 pada 5 Maret 2021 tentang Pembentukan Tim Percepatan Dan Perluasan Digitalisasi Daerah Provinsi  Kalimantan  Barat.

Penandatangan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat dan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Kalimantan Barat.

Bank Indonesia Kalbar Sosialisasikan QRIS hingga di Perbatasan Negara

Gubernur Kalbar, Sutarmidji, berharap 14 Kabupaten dan Kota di Kalimantan Barat dapat membentuk TP2DD.

Hal ini untuk mempercepat implementasi elektronifikasi transaksi pemda secara penuh agar pengelolaan keuangan daerah dapat dilakukan secara efisiens.

Serta efektif, transparan, serta tata kelola keuangan yang terintegrasi bagi masyarakat. 

Kepala Kantor Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Agus Chusaini berharap rasio elektronifikasi transaksi meningkat.

Disperindagkop UMK Singkawang Sosialisasikan Qris, Targetkan 1000 UMKM

“Serta seluruh transaksi baik sisi pendapatan dan pengeluaran pemda maupun transaksi yang umum di masyarakat dapat beralih dari tunai menuju transaksi non tunai,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip tribunpontianak pada Jumat 26 Maret 2021.

Selain itu, Bank Indonesia juga mendorong percepatan transformasi ekonomi digital melalui perluasan implementasi transaksi pembayaran berbasis Quick Response Indonesia Standard atau QRIS.

Bank Kalbar Capai Raihan Positif Selama 2020, Tahun Ini Terus Berinovasi dengan Fitur Digital

Dengan target perluasan nasional 12juta merchants QRIS di tahun 2021.   

Masyarakat dapat mengikuti perkembangan informasi kegiatan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat dengan mengunjungi platform digitalmelalui instagram  @bank_indonesia_kalbar.

Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved