Breaking News:

Harga Cabai Merangkak Naik, Legislator Singkawang Harap Pemkot Lakukan Langkah Antisipasi

Kalau bicara perdagangan, kata Muhammadin, tentu hukum pasar itu berjalan, pada saat permintaan banyak dan hasil produksi berkurang, maka secara otoma

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Rizki Kurnia
Anggota DPRD Kota Singkawang, Muhammadin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Ketua Komisi II DPRD Kota Singkawang membidangi perdagangan, Muhammadin mengutarakan pendapatnya terkait kenaikan harga bahan pokok khususnya cabai yang melambung tinggi di Kota Singkawang.

Kalau bicara perdagangan, kata Muhammadin, tentu hukum pasar itu berjalan, pada saat permintaan banyak dan hasil produksi berkurang, maka secara otomatis harga barang atau produk itu akan naik.

Bahkan, dalam ilmu ekenomi analisis, lanjutnya, kenaikan barang itu pasti melihat hukum permintaan konsumen. Namun, karena hal ini berkaitan dengan masyarakat yang merupakan konsumen, Pemerintah harus hadir untuk menyiapkan anggaran subsidi dalam mengatasi keluhan dari beban masyarakat.

Baca juga: Tak Mampu Bangun Jamban, Warga Singkawang ini Dapat Bantuan Babinsa dan Donatur

"Karena tugas Pemerintah adalah meminimalisir kenaikan harga barang yang signifikan melambung tinggi, paling tidak di saat melambung seperti ini persediaan anggaran pemerintah harus siap," terang Muhammadin.

Menurutnya, Pemerintah Kota Singkawang dapat memberikan subsidi pada upah angkut atau mendatangkan barang dari luar dan menjual pada masyarakat dengan harga yang sesuai atau normal.

"Ataupun, dengan mengawasi harga dari mulai petani hingga agen penjual, apakah dengan barang sedikit, agen menjual harga jauh lebih tinggi karna banyaknya permintaan," katanya.

Sebagai Ketua Komisi yang membidangi perdagangan, Menurutnya hal seperti itu merupakan hal yang biasa terjadi dalam permainan dagang, sehingga setiap lini harus dibijaki karena dapat merugikan konsumen termasuk petani yang memproduksi.

"Karena saya dari kecil juga sampai sekarang hidup sebagai pedagang," ungkapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved