Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Hadiri Misa Perdana Dua Imam Diosesan di Stasi Pagung Nahaya
Misa syukur sekaligus misa perdana dua imam diosesan Keuskupan Agung Pontianak (KAP) yang berlangsung di Desa Pagung Nahaya dihadiri 11 Imam.
Penulis: Stefanus Akim | Editor: Stefanus Akim
Sebagai Gembala Umat, Uskup Agung Pontianak mengatakan bahwa Gereja tidak bisa bergerak sendiri, maka butuh kerjasama antara tarekat dan imam keuskupan. Sedangkan di lain sisi keuskupan juga membutuhkan imam projo (diosesan) yang membantu karya keuskupan itu sendiri.
“Maka beda dengan imam tarekat yang sewaktu-waktu bisa dialih tugaskan oleh pemimpin masing-masing tarekat. Tapi bagaimanapun, imam projo juga membutuhkan tarekat-tarekat dalam mengembangkan misi gereja katolik,” tuturnya.
Mgr Agustinus Agus menambahkan bahwa misi Pendidikan yang Keuskupan Agung Pontianak kerjakan di STKIP Pamane Talino Ngabang bertujuan untuk memulai misi pendidikan berkualitas dari pinggir. Untuk itu sebagai bentuk kerjasama lembaga Pendidikan Keuskupan Agung Pontianak menjalin kerjasama dengan Pemerintah setempat dalam menyediakan 350 beasiswa selama 4 tahun- di tahun 2021 ini.
“Bagaimanapun, kesadaran pendidikan adalah hal yang paling penting untuk membangun sebuah daerah. Termasuk mereka yang mau menjadi imam, haruslah melalui jenjang pendidikan,” katanya.
Usai misa perdana di Stasi St Yosef Pagong Nahaya, acara dilanjutkan dengan foto dan makan siang bersama, yang dipandu sesuai dengan penerapan protokol kesehatan, berhubung dengan pandemi covid 19.