10.680 Kader BKKBN Siap Data Keluarga di Kalbar, Data Akurat Gambaran Utuh Kondisi Keluarga

Direktur Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) BKKBN Pusat, Eka Sulistya Ediningsih yang hadir memaparkan pendataan keluarga dilakukan pada April.

Tayang:
Penulis: Syahroni | Editor: Syahroni
ISTIMEWA
Sosialisasi pendataan keluarga oleh BKKBN di Kota Pontianak, Kamis 19 Maret 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan sosialisasi pendataan keluarga 2021.

Hari ini Jumat 19 Maret 2021  BKKBN bersama  Mitra Kerja di Anggota DPR RI dari Komisi IX, H Alifuddin melakukan sosialisasi pada titik di Kota Pontianak serta Kubu Raya.

Pendataan keluarga diharapkan bisa memetakan terkait kondisi nyata bagaimana keadaan keluarga yang ada, sehingga pemerintah dapat mengintervensi dengan tepat melalui program-program pembangunan kedepannya.

Baca juga: BKKBN: Sambas Jadi Daerah Percontohan Program MKJP di Kalimantan Barat

Direktur Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) BKKBN Pusat, Eka Sulistya Ediningsih yang hadir memaparkan pendataan keluarga dilakukan pada April mendatang.

Data-data yang dikumpulkan dilapangan sangat berarti dalam mengintervensi kedepannya.

"Seluruh kader, penyuluh, keterlibatan RT RW dalam pendataan keluarga sangat penting. Hasil pendataan keluarga akan menjadi parameter utama dalam membuat perencanaan program. Serta intervensi agar kebijakan tepat sasaran," Direktur Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) BKKBN Pusat, Eka Sulistya Ediningsih.

Baca juga: Kepala BKKBN Kalbar Nilai Remaja Bisa Jadi Pioneer Jalankan Program Pembangunan di Era Milenial

Maka pendataan keluarga harus dilaksanakan secara benar, cakupannya juga harus bagus, selain itu data harus akurat sehingga akan memberikan gambaran utuh kondisi keluarga.

Jika di Kalbar pada 2015 sekitar 70 persen maka 2021 diharapkan bisa 100 persen.

"Kita percaya di Kota Pontianak dengan semangat juang tinggi target tersebut akan tercapai, tambahnya.

Begitu pula dengan daerah Kubu Raya diharapkan bisa 100 persen pendataan keluarga yang ada.

Baca juga: Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar Ungkap Penyebab Remaja Cenderung Berprilaku Negatif

Dibutuhkan strategi yang inovatif untuk menjangkau wilayah yang menjadi tantangan tersendiri.

"Pada saat pendataan keluarga maka seluruh keluarga harus di datangi satu persatu. Tidak boleh ada formulir yang dititipkan," tegasnya.

Untuk di Kota Pontianak dengan wilayah yang bisa di jangkau maka akan semakin mudah.

Kader pendata diminta harus ulet untuk menemui keluarga-keluarga yang mungkin memiliki kesulitan sendiri.

"Tahun ini se Kalimantan Barat ada 10.680 kader pendata yang dilibatkan dalam proses pendataan keluarga," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved