Breaking News:

Gubernur Sutarmidji Tuding Pemerintah Malaysia Bekerja Tidak Benar

Setelah ditelusuri ternyata pemulangan dari Malaysia menggunakan data swab PCR pada 9 Januari 2021 lalu, tanpa melakukan swab test ulang.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Gubernur Sutarmidji saat memperlihatkan hasil swab test sebagai dokumen penyerta pemulangan PMI ke Kalbar ternyata menggunakan hasil swab test 9 Januari 2021 lalu. //Anggita Putri 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat H Sutarmidji berang lantaran dokumen penyerta pemulangan 77 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang di Deportasi Malaysia pada 12 Maret 2021 ternyata menggunakan hasil swab PCR pada Januari lalu dengan hasil semua negatif.

Namun pada saat kedatangan 77 orang PMI yang dipulangkan melalui perbatasan Kalbar langsung dibawa ke Dinsos Kalbar dan dilakukan swab test dengan hasil 69 orang positif dan viral load tinggi mencapai ratusan juta.

Setelah ditelusuri ternyata pemulangan dari Malaysia menggunakan data swab PCR pada 9 Januari 2021 lalu, tanpa melakukan swab test ulang.

“Untungnya kita periksa kembali dan ditemukan 69 orang yang positif. Saya tetap akan telurusi terus karena kasus positif yang kita temui viral loadnya rata-rata diatas jutaan bahkan ratusan juta yang sangat membayakan,” ujar Sutarmidji saat ditemui usai rapat di Kantor BPK Kalbar, Senin 15 Maret 2021.

Baca juga: Gubernur Sutarmidji Berang, 69 TKI Positif Covid-19 Masuk Kalbar 

Ia mengatakan pada dokumen penyerta pemulangan PMI jelas tertulis bahwa semuanya negatif.

Maka dari itulah Dinsos Provinsi mengembalikan ke daerah masing-masing karena hasil swab belum keluar.

“Sekarang sedang saya suruh cari untuk melakukan tracing. Dalam dokumen mereka tertulis negatif semua tapi hasil swab pcr kita 69 dinyatakan poitif covid dengan viral load tinggi,” tegasnya.

Namun setelah ditelusuri ternyata dokumen penyerta tersebut hasil swab pcr dua bulan lalu yang menyatakan negatif.

“Tapi Konsulat Malaysia mengatakan itu baru dan salah tanggal. Tidak bisa seperti itu ini bukan main-main. Konsulatnya yang tidak benar, Pemerintah Malaysia juga tidak benar,” tegasnya.

Ia menegaskan sekarang masalah pandemi dunia tidak boleh mengembalikan orang sebelum dinyatakan negatif. Itu menyalahi aturan yang ada.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved