Gubernur Sutarmidji Berang, 69 TKI Positif Covid-19 Masuk Kalbar 

Sutarmidji memprediksi, keterjangkitan di Malaysia sangatlah tinggi dan bahkan ada kemungkinan jenis virusnya berbeda. 

Tayang:
Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dan direpatriasi melalui PLBN Terpadu Entikong sebanyak 245 orang yang tiba di Kantor Dinas Sosial Kalimantan Barat, Jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat,beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dari total 77 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi Malaysia melalui Entikong, Kabupaten Sambas dan masuk ke Kota Pontianak, 69 orang dinyatakan positif Covid-19. Temuan mengejutkan ini membuat Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji berang. 

Ditemukannya 69 TKI positif Covid-19 itu  didapatkan setelah Satgas Covid-19 melakukan pemeriksaan PCR terhadap 77 orang PMI tersebut ketika sampai di Selter Dinas Sosial Provinsi Kalbar pada 11 Maret 2021.

Yang lebih mengejutkan, jumlah virus yang terkandung di dalam darah PMI ini sangat besar. Ada yang mencapai 170 juta copies.

Kondisi ini yang membuat Sutarmidji mempertanyakaan kinerja Konsulat Jederal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Malaysia. Terlebih, jelas Midji, pemulangan TKI ini dilakukan tanpa kordinasi yang baik.

“Konsulat Kucing jangan mau enak saja. Apa kerjanya disana? Apa cuma tidur saja? Harusnya yang kembali ke Kalbar sudah diketahui positif atau negatif. Untungnya kita ketat jadi tahu mana yang positif. Kalau dibiarkan bisa se-Kalbar terjangkit,” tegas Gubernur Kalbar Sutarmidji ditemui di Gedung Konferensi Untan, Minggu 14 Maret 2021).

Baca juga: Politisi PKS Ingin TKI yang Bekerja Bukan Hanya Jadi Buruh Kasar

Ia mengatakan, instansi vertikal yang terkait tidak bekerja dengan benar seperti Kementerian Luar Negeri di Malaysia.

“Saya mau bilang sama konsulat bahwa saya tidak akan terima pengembalian TKI dari luar Kalbar lewat Kalbar. Siapa yang mau ngurus kalau positif Covid-19 dengan viral load tinggi,” tegasnya.

Ia mengatakan, kondisi ini sangat membahayakan. Apalagi PMI yang dideportasi kasus positif dengan viral load tinggi.

“Kenapa pemulangannya tidak dari Kuching. Carter pesawat untuk langsung kembali ke daerah masing-masing. Kenapa harus lewat Kalbar, berartikan mau enak kerjanya,” paparnya.

Bahkan, kata Midji, pemeriksaan PCR hanya dilakukan dari Kalbar, karena dari perbatasan PMI langsung dibawa ke Pontianak.

“Seharusnya mereka bisa diisolasi di perbatasan. Saya mau minta izin di Aruk ada wisma dengan 52 kasur. Kita mau isolasi di sana yang positif sampai sembuh. Lalu yang tidak positif juga isolasi seminggu baru boleh kembali,” paparnya.

Sutarmidji mengatakan, masyarakat di perbatasan dan kabupaten yang berada di perbatasan harus berhati-hati. 

Baca juga: Gubernur Sutarmidji Berang, Pertanyakan Kerja Konsulat Malaysia

“Masalah masuk ilegal urusan lain, tapi dari 77 orang PMI yang dikembalikan melalui jalur perbatasan Kalbar terdapat 69 orang positif. Bahkan ada VL mencapai 170 juta dan rata-rata jutaan,” tegas Midji.

Gubernur Sutarmidji memprediksi, keterjangkitan di Malaysia sangatlah tinggi dan bahkan ada kemungkinan jenis virusnya berbeda. 

“Kemarin saja hasil swab PCR-nya belum keluar tapi sebagian sudah pulang ke daerah masing-masing. Saya minta kepada daerah, bupati, camat, kepala desa kalau mau masyarakatnya tidak terjangkit cepat cari TKI yang pulang kemarin untuk langsung diisolasi,” tegasnya. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved