Ari Yanuarif Hadari Jabat Ketua Pengurus Daerah Ikatan Alumni ITB Kalbar, Sutarmidji Titipkan Pesan

Gubernur Kalbar mengucapkan selamat atas dikukuhkannya Ari Yanuarif Hadari sebagai Ketua Pengurus Daerah Ikatan Alumni ITB Kalbar. 

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gubernur Kalimantan Barat H Sutarmidji, Menghadiri Pengukuhan Dewan Penasehat dan Pengurus Daerah Ikatan Alumni ITB Kalbar Periode 2020-2024 di Gedung Konferensi Untan, Minggu 14 Maret 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat H Sutarmidji, Menghadiri Pengukuhan Dewan Penasehat dan Pengurus Daerah Ikatan Alumni ITB Kalbar Periode 2020-2024 di Gedung Konferensi Untan, Minggu 14 Maret 2021.

Dikukuhkannya Dewan Penasehat dan Pengurus Daerah Ikatan Alumni ITB Kalbar, diharapkan dapat membawa kemajuan bagi organisasi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah. 

Gubernur Kalbar mengucapkan selamat atas dikukuhkannya Ari Yanuarif Hadari sebagai Ketua Pengurus Daerah Ikatan Alumni ITB Kalbar

Baca juga: Sutarmidji Sebut 70 di Kalimantan Barat Mulai Dialiri Listrik PLN Tahun Ini

Sutarmidji  berharap kepada para alumni ITB dapat berkarya serta berkontribusi untuk kemajuan Kalbar.

“Saya berharap ada karya besar, kontribusi besar dari para alumni ITB untuk kemajuan Kalbar. ITB yang terkenal jurusannya yaitu teknik sipil, teknik elektro, teknik lingkungan,, kemudian teknik arsitektur dan geologi. Itu semuanya ada di Kalbar,” ujarnya.

Dikatakannya sekarang yang perlu disorot juga terkait ekspor bauksit mentah. Sutarmidji mengatakan seharusnya bauksit tersebut dapat diekspor dalam keadaan setengah jadi, sehingga logam tanah jarang (LTJ) bisa menjadi komponen untuk peralatan elektronik.

“Saya kurang sependapat bauksit itu diekspor mentah. Dia harus setengah jadi, sehingga logam tanah jarang (LTJ) yang jadi komponen untuk mobil listrik, aki, dan untuk menampung energi dari mobil listrik itu, bisa kita produksi sebanyak mungkin, karena itu jadi kebutuhan dunia,” jelas Gubernur Kalbar.

Dia meminta kepada Alumni Ikatan ITB Kalbar tidak hanya berkarya tapi juga mengkritik suatu karya yang dianggap merusak tatanan keilmuan.

“Jangan sampai satu karya itu merusak tatanan dari keilmuan, misalnya bangunan yang tidak menentu, dari sisi arsitekturnya baik, tapi dinilai dari manfaatnya tidak,” ungkapnya.

Terakhir Gubernur berpesan, Alumni ITB khususnya arsitektur dan lingkungan diharapkan dapat menampilkan arsitektur yang moderen, menarik dan ramah lingkungan yang bisa membuat kenyamanan dengan alam. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved