11 Kg Ganja Tak Bertuan Dari Perusahaan Ekspedisi Dimusnahkan, BNN Selidiki Pengirim dan Penerima

Pasalnya belasan Kg ganja itu didapat berdasarkan laporan pegawai perusahaan ekspedisi di Kota Pontianak, yang curiga karena terdapat 5 paket barang y

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto
Sebanyak 3 kg sabu dan 11, 91 Kg ganja yang di musnahkan BNN Provinsi Kalbar, Senin 8 Maret 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - 11,91 Kg Ganja tak bertuan dan 3 kg Sabu hasil pengungkapan BNNP Kalbar dimusnahkan Dengan cara dibakar menggunakan mesin incenerator di Kantor BNN Kota Pontianak, Senin 8 Maret 2021.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Kalbar, Kombespol Adeyana Supriayana menjelaskan, 3 kg sabu yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan pada 11 Februari 2021 di Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, atas Pengungkapan tersebut BNNP Kalbar mengamankan 3 orang tersangka, 1 DPO dan 1 merupakan warga binaan rutan kelas 2 A Pontianak.

Namun, terkait ganja yang dimusnahkan hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait siapa pemilik ganja tersebut.

Pasalnya belasan Kg ganja itu didapat berdasarkan laporan pegawai perusahaan ekspedisi di Kota Pontianak, yang curiga karena terdapat 5 paket barang yang belum diambil selama hampir 1 bulan, serta pada paket itu tidak terdapat alamat yang jelas.

Baca juga: BNN Provinsi Kalbar Musnahkan 3 Kg Sabu dan 11,91 Kg Ganja

"Senin 23 Februari 2021, kami mendapat laporan dari pegawai perusahaan jasa pengiriman bahwa curiga ada paket yang hampir 1 bulan tidak diambil oleh si penerima, saat petugas memeriksa ternyata berisi ganja,"ungkap Adeyana.

Adeyana mengungkapkan untuk menyamarkan pengiriman ganja itu, pada pengiriman tertulis benda tersebut merupakan selimut karakter.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa ganja tersebut dikirim dari Kota Medan menuju Pontianak, namun alamat tujuan tersebut palsu, Sementara alamat pengirim pun tidak jelas.

Sebanyak 3 kg sabu dan 11, 91 Kg ganja yang di musnahkan BNN Provinsi Kalbar, Senin 8 Maret 2021.
Sebanyak 3 kg sabu dan 11, 91 Kg ganja yang di musnahkan BNN Provinsi Kalbar, Senin 8 Maret 2021. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto)

Beberapa waktu lalu, dikatakan pegawai ekspedisi ke pihak BNN, sempat terdapat orang yang menggunakan jasa ojek online datang untuk mengambil paket tersebut, namun ketika sang driver gojek meminta resi nomor resi pengiriman sang pemesan membatalkan pesanan itu.

"Ini juga merupakan modus baru, dengan menyamarkan isi paket, dan kemungkinan ini bukan yang pertama kali, namun sudah beberapa kali,"jelasnya.

Hingga kini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait ganja tak bertuan ini. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved