TELAPAK Tangan Sering Berkeringat, Hati-hati Bisa Jadi Anda Derita Kanker
Keluarnya keringat adalah bentuk mekanisme tubuh yang wajar terjadi. Namun keringat berlebihan patut diwaspadai.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Jangan pernah menganggap sepele keringat yang keluar dari tubuh.
Keluarnya keringat adalah bentuk mekanisme tubuh yang wajar terjadi.
Namun keringat berlebihan patut diwaspadai.
Apalagi bila itu terjadi di telapak tangan.
Apakah telapak tangan Anda sering berkeringat secara berlebihan?
Jika ya, mungkin Anda mengalami gangguan hiperhidrosis.
Apakah gangguan hiperhidrosis itu?
Keringat pada telapak tangan dalam gangguan hiperhidrosis ini, biasanya tidak terjadi hanya karena cuaca panas.
Keringat yang keluar bisa juga terjadi saat cuaca dingin, bahkan bisa terjadi saat tidak ada pemicunya sama sekali.
Hiperhidrosis juga bisa disebabkan hal lain, seperti hipertiroidisme.
Hipertiroidisme merupakan gangguan di mana kelenjar tiroid melepaskan banyak hormon tiroid, lebih dari jumlah yang dibutuhkan tubuh.
Baca juga: 8 PEKERJAAN Berisiko Terkena Kanker Hingga Penyakit Jantung, Termasuk Petani Hingga Penata Rambut
Hiperhidrosis ini ada dua jenis, yaitu primer dan sekunder.
Sekitar 30 persen sampai 50 persen orang yang menderita hiperhidrosis primer, memang memiliki riwayat keluarga dengan keringat yang berlebihan.
Sedangkan pada hiperhidrosis sekunder, biasanya berkeringat karena efek samping obat dan kondisi kesehatan yang cukup serius.
Hiperhidrosis jenis ini, bisa saja terjadi pada seluruh tubuh atau bahkan di satu area tertentu.
Beberapa jenis penyakit yang mungkin saja menjadi penyebab hiperhidrosis ini adalah penyakit jantung, stroke, hipertiroidisme, penyakit paru-paru, atau kanker.
Selain keringat yang berlebihan, kondisi lain yang perlu kita waspadai adalah terjadinya penurunan berat badan secara drastis.
Selain itu, adanya nyeri dada, sesak napas, dan perasaan tertekan di bagian dada.
Sering berkeringat saat tidur sampai mengganggu aktivitas juga perlu diwaspadai.
Jangan Sepelekan, Munculnya Keringat di Malam Hari Bisa Jadi Tanda Penyakit
Munculnya keringat di malam hari bisa jadi tanda penyakit.
Menurut pakar pengobatan keluarga dari Cleveland Clinic Donald Ford, munculnya keringat di malam hari bisa disebabkan oleh kondisi medis berikut:
1. Menopause.
2. Infeksi.
3. Efek konsumsi obat diabetes atau antidepresan.
4. Ketidakseimbangan hormon.
5. Masalah neurologis, gangguan kecemasan dan stres.
6. Penyalahgunaan dan kecanduan zat.
7. Beberapa jenis kanker.
Berkeringat di Malam Hari Saat Menopause
Berkeringat di malam hari bisa menjadi gejala umum yang dirasakan wanita menopause.
Umumnya, hal ini akan membuat tidur menjadi tidak nyenyak dan sering terbangun.
Namun, hal ini bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup seperti:
1. Mengatur pola makan dengan baik.
2. Berolahraga secara teratur.
3. Melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari.
4. Mengonsumsi vitamin dan suplemen yang tepat.
5. Aktif bergerak.
"Selain itu, keringat di makam hari saat menopause bisa diatasi dengan menghindari konsumsi kafein, alkohol, makanan pedas, an rokok," kata Dr. Ford.
Baca juga: BERISIKO Terkena Kanker Payudara, 5 Model Bra Berbahaya Digunakan Sehari-hari
Baca juga: SERING Dibuang, Penelitian Ungkap Kulit Bawang Merah Bisa Cegah Kanker Hingga Diabetes
Pengaruh Konsumsi Obat
Konsumsi obat tertentu juga bisa memicu keluarnya keringat di malam hari.
Obat yang bisa memicu keringat di malam hari antara lain obat diabetes.
Selain itu, terapi hormon dan obat penghambat hormon untuk mengobati jenis kanker tertentu, serta beberapa obat anti-depresi juga dapat menyebabkan munculnya keringat saat malam.
Penyakit tertentu
Beberapa orang memiliki penyakit atau gangguan tertentu yang menyebabkan keringat berlebih.
Beberapa kondisi medis yang bisa memicu keringat di malam hari antara lain:
1. gangguan kecemasan atau autoimun.
2. infeksi virus seperti pilek dan flue.
3. penyalahgunaan atau gejala penarikan zat seperti opioid, ganja, kokain, benzodiazepin atau alkohol.
4. gangguan tidur.
Cara Mengatasi
Dalam beberapa kasus, perubahan gaya hidup bisa mengurangi keringat di malam hari.
Namun, penyebab munculnya keringat di malam hari juga dipicu oleh berbagai faktor sehingga cara penangannya pun bervariasi.
Misalnya, keluarnya keringat karena penyakit gastroesophageal reflux (GERD) perlu menghindari makan sebelum waktu tidur.
Baca juga: SEMBUH Dari Kanker Tanpa Minum Obat, Wanita Ini Hanya Minum Jus Wortel Setiap Hari
Keringat malam karena Gerd juga bisa diatasi dengan memposisikan kepala lebih tinggi saat tidur.
Pada orang-orang usia menopause atau penderita ketidakseimbangan hormon, mereka perlu menjaga kesehatan fungsi jantung.
Kemudian melakukan perubahan pola makan dan menjaga berat badan untuk mengatasi hal ini.
Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Mengonsumsi makanan seimbang sangat penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.
"Cara ini dapat membantu mencegah munculnya beberapa penyakit dan membantu pengobatan kondisi medis tertentu yang menyebabkan munculnya keringat saat malam,”kata Dr. Ford.
Ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari untuk mengatasi kondisi ini.
Beberapa di antaranya adalah makanan olahan, makanan pedas, minuman beralkohol, dan minuman berkafein.
"Mengurangi konsumsi makanan tersebut akan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan," kata Ford. (*)
Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jangan Disepelekan, Keringat di Malam Hari Bisa Jadi Tanda Penyakit
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/telapak-tangan-sering-berkeringat-hati-hati-bisa-jadi-anda-derita-kanker.jpg)