Breaking News:

Swab Test Kepada Guru dan Siswa yang Melaksanakan Belajar Tatap Muka Sudah Dimulai

Terkait jumlah guru dan siswa yang akan dilakukan pemeriksaan, Harisson mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu data dari Kabupaten/Kota.

TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Barat saat ini sudah mulai melakukan pemeriksaan swab test PCR bagi guru dan swab rapit tes antigen bagi siswa SMK, SMA baik Negeri maupun swasta di Kalimantan Barat yang melakukan belajar tatap muka sejak 22 Februari 2021 kemarin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Barat saat ini sudah mulai melakukan pemeriksaan swab test PCR bagi guru dan swab rapit tes antigen bagi siswa SMK, SMA baik Negeri maupun swasta di Kalimantan Barat yang melakukan belajar tatap muka sejak 22 Februari 2021 kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan, bahwa pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi guru maupun siswa yang melakukan belajar tatap muka aman dari bahayanya virus Covid-19.

"Untuk mengetahui data awal keterjangkitan. Mudah-mudahan tidak ada keterjangkitan. Kalau ada langsung kita isolasi, dilarang mengikuti kegiatan selama 14 hari," kata Harisson, Rabu 24 Februari 2021.

Terkait jumlah guru dan siswa yang akan dilakukan pemeriksaan, Harisson mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu data dari Kabupaten/Kota.

"Kita sedang meminta data dari Kabupaten/Kota dan kita akan kirimkan rapid tes antigennya kepada guru dan murid dan untuk swab PCR akan dibantu oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota," ujarnya.

Baca juga: XXI Ayani Megamal Ditutup, Harisson: Hasil Swab Karyawan dan Pengunjung 19 Orang Positif Corona

Menurutnya, selain zona kuning wilayah menjadi salah satu syarat belajar tatap muka, namun keamanan dari ketertularan covid-19 di setiap sekolah juga menjadi pertimbangan dilaksanakannya belajar tatap muka.

"Sekolah tatap muka memang tergantung pada zona, terutama harus zona kuning, jika oranye akan menjadi pertimbangan ditutup kembali. Begitu juga kalau misalnya ditemukan guru atau murid yang positif, kita akan lakukan evaluasi. Apakah diteruskan atau ditutup," ungkap Harisson.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Barat saat ini sudah mulai melakukan pemeriksaan swab test PCR bagi guru dan swab rapit tes antigen bagi siswa SMK, SMA baik Negeri maupun swasta di Kalimantan Barat yang melakukan belajar tatap muka sejak 22 Februari 2021 kemarin.
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Barat saat ini sudah mulai melakukan pemeriksaan swab test PCR bagi guru dan swab rapit tes antigen bagi siswa SMK, SMA baik Negeri maupun swasta di Kalimantan Barat yang melakukan belajar tatap muka sejak 22 Februari 2021 kemarin. (TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB)

"Tentunya kalau ada guru yang swab PCR dinyatakan positif akan membahayakan proses pembelajaran tatap muka ini," tambahnya.

Harisson memastikan, bahwa pada sekolah yang melaksanakan belajar tatap muka sudah ada petugas, baik dari pihak sekolah atau karer disiplin protokol kesehatan, TNI-Polri, pihak puskesmas untuk melakukan pemantauan secara ketat terhadap Penerapan Protokol Kesehatan covid-19, mulai dari memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun serta tidak berkerumun. (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved