Breaking News:

Arief Rahman Nilai Muswillub MPW Pemuda Pancasila Kalbar Hal yang Normatif

Ia menerangkan dilaksanakannya Muswillub ini memang ada keputusan dari MPN terkait penyeragaman masa periodesasi.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rokib
Sekjen Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila sekaligus Staf Khusus Wakil Presiden, Arief Rahman. Oki 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sekjen Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Arief Rahman mengatakan, bahwa Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswillub) Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi Kalimantan Barat merupakan hal yang normatif didalam organisasi untuk dilaksanakan.

Menurutnya Staf Khusus (stafsus) Wakil Presiden ini, Muswillub MPW Kalbar ini dilaksanakan, lantaran Ketua MPW defenitif sebelumnya meninggal dunia ditengah perjalanan tugas menjadi Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Kalimantan Barat.

"Maka beberapa waktu lalu MPN Pemuda Pancasila meminta agar diselenggarakan Muswillub. Sehingga ditunjuk Plt untuk ditugaskan mempersiapkan pelaksanaan Muswillub dalam rangka memilih ketua selanjutnya," ujarnya.

Ia menerangkan dilaksanakannya Muswillub ini memang ada keputusan dari MPN terkait penyeragaman masa periodesasi.

Baca juga: Peduli Korban Puting Beliung di Pontianak, Pemuda Pancasila Kalbar Salurkan 100 Paket Bantuan

"Maka ketua terpilih ini hanya akan menjalankan amanah hingga 2022. Hal ini berkaitan dengan konsolidasi organisasi yang merupakan program harus dilaksanakan," ujarnya.

Dalam konteks pemilihan, lanjutnya memang pasti akan ada pertarungan.

Namun, MPN Pemuda Pancasila selalu mengedepankan musyawarah dan mufakat.

Bahkan seluruh MPC dan MPW yang memiliki hak suara akan menentukan ketua terpilih nantinya.

"Kita juga memiliki hak suara, hanya memang kita netral, tapi kita berharap Muswillub ini bisa menghasilkan pemimpin yang punya komitmen, integritas, kapabilitas untuk memimpin Kalimantan Barat," ungkapnya.

Ia menjelaskan, agenda utama pelaksanaan Muswillub ini ialah pemilihan ketua dalam rangka melanjutkan konsolidasi hingga 2022.

Ketua terpilih, lanjut Arif wajib melakukan konsolidasi sehingga tidak semena-mena dalam menjalankan roda keoraganisasian.

"MPN juga akan melakukan evaluasi jika memang tidak mampu maka akan di kartekerkan. Kita bicara sistem dan organisasi, kita berharap ketua terpilih merupakan pilihan murni dari pengurus MPC se-Kalbar, figur yang memang layak dan bisa membawa kemajuan untuk Provinsi Kalbar," pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved