Breaking News:

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono Minta Proses Hukum Pembakar Lahan

Wali Kota Pontianak ini menambahkan, para pemilik lahan yang terbakar, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, akan terkena sanksi sesuai dengan Per

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Sabtu 20 Februari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kebakaran hutan dan lahan yang akhir-akhir ini terjadi di beberapa titik Wilayah Kota Pontianak membuat gerah Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Pasalnya, kejadian kebakaran hutan dan lahan ini, ada beberapa yang tersinyalir kesengajaan, Sabtu 20 Februari 2021.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan investigasi pada lokasi-lokasi tersebut.

"Ada beberapa yang sudah agak jelas pelaku yang membakar dan yang menyuruh membakar. Kita minta Polresta Pontianak Kota untuk memproses secara hukum," tegas Edi Kamtono.

Wali Kota Pontianak ini menambahkan, para pemilik lahan yang terbakar, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, akan terkena sanksi sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwa) Nomor 55 Tahun 2018 tentang Larangan Pembakaran Lahan.

Baca juga: Hamdani Sampaikan Pandangan Hukumnya Terkait Karhutla

Kemudian, sanksi lahan yang terbakar dalam arti tidak disengaja, tidak boleh ada aktivitas pemanfaatan lahan itu selama tiga tahun sejak awal terjadi kebakaran sebagaimana tertuang dalam pasal 9 ayat 1.

Pasal yang sama, pada ayat 2 disebutkan, seluruh kegiatan di lahan yang dengan sengaja dibakar, tidak diberikan izin untuk semua bentuk perizinan selama lima tahun sejak awal terjadi kebakaran.

Penetapan lahan terbakar atau dibakar berdasarkan berita acara yang ditetapkan.

"Kita tidak akan memberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) selama tiga tahun bagi lahan yang terbakar tidak disengaja, dan lima tahun bagi yang sengaja membakarnya," ujar Edi Kamtono.

Menurutnya, berdasarkan investigasi yang dilakukan, memang ada indikasi pemilik lahan memerintahkan warga setempat membersihkan lahan. Pembersihan lahan dengan cara dibakar.

Baca juga: Bupati Muda Paparkan Strategi Hadapi Karhutla, Rencanakan Buat Kanal 

Semestinya, kata dia, tidak demikian caranya, pembersihan lahan bisa dilakukan tanpa membakar. Misalnya dengan cara menebas semak belukar yang ada di lahan tersebut.

"Seharusnya mereka tidak harus membakar, membersihkan lahan boleh-boleh saja tetapi tidak harus membakar," tuturnya.

Edi Kamtono menambahkan, bahwa lahan yang dibakar tersebut kemungkinan di alah fungsi untuk berbagai macam antara lain untuk membangun perumahan atau bercocok tanam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak telah melakukan penyemprotan pada lahan yang terbakar.

Selain itu, sosialisasi juga terlaksana di setiap Kelurahan dan Kecamatan terhadap warga agar menjaga lahan-lahan yang rentan terjadi kebakaran.

"Kita sedang mengkaji untuk penetapan status siaga Karhutla Kota Pontianak," pungkasnya. (*)

Penulis: Jovi Lasta
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved