Bupati Muda Paparkan Strategi Hadapi Karhutla, Rencanakan Buat Kanal 

Dirinya pun menyampaikan, nantinya ada beberapa hal yang perlu dilakukan konsolidasi upaya percepatan penanganan kebakaran yang terjadi berulang-ulang

Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan saat meninjau kebakaran lahan di sekitar SMA Negeri 4 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Rabu 17 Februari 2021 lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Sebagai upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menyatakan bahwa tengah menyiapkan strategi, agar penanganan dan antisipasi kebakaran hutan dan lahan diwilayah Kabupaten Kubu Raya lebih maksimal. 

“Kita perlu menyusun strategi yang lebih efektif dalam penanganannya di lapangan, karena titik api pasti menyebar,” kata Muda Mahendrawan, pada Jumat 19 Februari 2021.

Dirinya pun menyampaikan, nantinya ada beberapa hal yang perlu dilakukan konsolidasi upaya percepatan penanganan kebakaran yang terjadi berulang-ulang. Terutama di kawasan strategis sekitar Bandara Internasional Supadio.

Baca juga: Rumah Amal Muwahhidin Bangun Sumur Bor Didekat Lokasi Rawan Karhutla

“Jangan sampai akibat kebakaran lahan ini mengganggu jarak pandang khususnya penerbangan,” tuturnya.
 Muda memaparkan, sejauh ini beberapa lokasi kebakaran lahan di Kubu Raya sudah ditangani secara maksimal. Terutama pada lokasi yang dekat dengan aset dan permukiman warga. 

Antisipasi dan penanganan disebutkannya juga, akan dilakukan dengan membuat kanal atau parit, yang berguna menghambat kebakaran lahan tersebut. 

“Ini kita lakukan agar petugas pemadam dari semua unsur bisa konsentrasi menjaga di titik-titik lainnya,“ ujarnya. 

Ia pun menyampaikan, ada beberapa lokasi yang tengah dibuat kanal. Lokasi yang diutamakan yakni sekolah dan permukiman warga. Karena dibeberapa lokasi, kebakaran terjadi dekat dengan sekolah dan permukiman.  

"Kemaren SMA 4 sudah kita langsung minta untuk membuat kanal atau parit. Supaya aman dulu asetnya ini. Sebab kalau kita menunggu disitu terus, angin itu hidup terus,"

“Ketika terjadi kebakaran lagi, warga setempat tidak akan terlalu panik. Karena sekolah atau permukiman yang dekat dengan lokasi yang rawan terbakar sudah dibuat kanal, dan petugas juga bisa menangani di lokasi lainnya. Karena titik api ini cukup banyak,” sebutnya.

Dan ia pun telah meminta pihak terkait, untuk segera membuat kanal selebar tiga meter, khususnya dititik-titik api di kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, dan Rasau Jaya yang merupakan terbanyak penyebaran hotspotnya.

"Mudah-mudahan lebih efektif, cepat. Karena sebaran api inikan banyak, TNI/Polri maupun BPBD, Damkar, dan relawan semua inikan menyebar. Jadi ini nanti tinggal di desa masing-masing agar titik itu bisa mengamankan yang nantinya kita gali," terangnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved