Breaking News:

Satelit Pantau 49 Titik Panas yang Tersebar di Wilayah Kalimantan Barat, Kubu Raya Terbanyak

Subkoordinator Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak Sutikno mengatakan, bahwa di wilayah Kabupaten Kubu Raya terdapat titik panas

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Update Informasi dari Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Selasa 16 Februari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Update titik panas atau hotspot sampai dengan sore hari ini tanggal Selasa tanggal 16 Februari 2021 hingga pukul 16:00 WIB jumlah titik panas terdeteksi sebanyak 49, Selasa 16 Februari 2021.

Subkoordinator Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak Sutikno mengatakan, bahwa di wilayah Kabupaten Kubu Raya terdapat titik panas sebanyak 29 titik, kemudian Kabupaten Mempawah 12 titik, Kabupaten Ketapang 4 titik, Kota Pontianak 3 titik, dan kabupaten Sambas 1 titik.

"Untuk wilayah Kalimantan Barat, hingga hari ini sudah tercatat sekitar 8 hingga 11 hari tidak wilayah kalimantan barat bagian barat itu seperti kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak, Kabupaten Mempawah, hingga Kabupaten Sambas sudah 8 hingga 11 hari tidak hujan," ujar Sutikno.

Baca juga: BMKG Identifikasi 37 Hotspot di Wilayah Kabupaten Kubu Raya Hari Ini

Kemudian, lebih sedikitnya data hotspot hari ini dibandingkan kemarin bisa jadi karena beberapa data belum masuk ke Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak. Jumlah hotspot hari ini lebih sedikit dibandingkan kemarin, tapi data hari ini belum final, karena data hari ini baru update sampai pukul 17:00 Wib.

"kemarin sore juga demikian, saat update sore hanya 44 titik, namun saat pagi sudah 177 titik," jelasnya.

Subkoordinator Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak ini menyebut, bahwa wilayah Kalimantan Barat di Bagian Timur seperti di Kabupaten Melawi, Sintang dan Kapuas Hulu hingga saat ini sekitar 2 sampai 3 hari tidak ada hujan.

"Update jarak pandang di Bandara Supadio Pontianak ini, sudah terpengaruh oleh adanya asap jarak pandang sudah sekitar 1000 meter hingga 4000 meter pada pukul 14:00 wib hingga pukul 04:00 Wib (subuh)," ungkapnya.

Diprakirakan kondisi curah hujan yang rendah ini, akan berlangsung hingga 1 minggu kedepan sampai dengan tanggal 23 februari 2021 masih rendah potensi curah hujan di Wilayah bagian Kalimantan Barat pesisir barat.

"Mulai dari Kabupaten Ketapang, kabupaten Kubu Raya Hingga Kabupaten Sambas. Sementara, untuk wilayah Kalimantan Barat Bagian Tengah hingga Timur nanti pada sekitar tanggal 20-21 februari itu ada potensi hujan intensitas hujan ringan hingga sedang," ujarnya.

"Diprakirakan potensi mudahnya terjadi hutan dan lahan ini, masih akan berlangsung hingga tanggal 20 februari 2021 di Wilayah Kalimantan Barat bagian Barat dengan kategori mudah hingga sangat mudah," kata Sutikno.

Masyarakat dihimbau untuk terus mewaspadai potensi rendahnya curah hujan memicu terjadi kebakaran hutan, lahan serta dihimbau tidak melaksanakan kegiatan pembakaran hutan, menjaga kesehatan dan update informasi pada BMKG. (*)

Penulis: Jovi Lasta
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved