Hari Kasih Sayang, Komunitas Pejuang Darah Sekadau Berbagi Dengan Donor Darah Masal

Kegiatan yang berawal dari kurangnya stok darah di Kabupaten Sekadau itu digelar di rumah Betang Youth Center Sekadau, Sabtu 13 Februari 2021.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Marpina
Donor Darah Masal di rumah Betang Youth Center Sekadau oleh Komunitas Pejuang Darah Sekadau. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Peringati hari kasih sayang atau hari Valentine, Komunitas Pejuang Darah Sekadau gelar aksi donor darah masal untuk membantu sesama.

Kegiatan yang berawal dari kurangnya stok darah di Kabupaten Sekadau itu digelar di rumah Betang Youth Center Sekadau, Sabtu 13 Februari 2021.

Ketua panitia kegiatan, Meliamus Acil mengatakan selain sebagai wujud hari kasih sayang, kegiatan itu juga bertujuan untuk mendata lebih banyak pendonor darah aktif di Kabupaten Sekadau.

Sehingga jika suatu waktu dibutuhkan, maka pihaknya sudah memiliki data para pendonor yang siap menolong.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Tak Batasi Keinginan Warga Sekadau Berbagi Dengan Cara Donor Darah

Komunitas ini juga bertujuan agar ketersediaan darah di Kabupaten Sekadau dapat terus ada, yang nantinya dapat bergerak cepat menolong pasien yang membutuhkan.

Adapun target dalam kegiatan tersebut adalah 50 kantong darah sesuai kapasitas dari PMI Sekadau.

"Semoga komunitas pejuang darah Sekadau semakin maju, semakin berkembang, kita ingin banyak yang bergabung, kalau ada event atau hari-hari bisa semoga nantinya setiap tiga bulan sekali kita bisa adakan kegiatan seperti ini," ungkapnya.

Senada dengan Acil, ketua Komunitas Pejuang Darah Sekadau, Subhan mengatakan biasanya jika stok darah di PMI Sekadau kosong maka akan mengambil stok darah di PMI Kabupaten Sanggau.

Sulitnya mendapatkan stok darah di Kabupaten Sekadau juga menjadi landasan berdirinya komunitas tersebut, yang resmi berdiri pada Oktober 2019.

Melalui komunitas itu pula, Subhan menyebut hampir setiap hari ada warga yang menghubungi dan memerlukan darah.

"Kalau ada warga yang ingin bergabung di komunitas kita, kita buka pintu seluas-luasnya, agar semakin banyak tergabung dan semakin banyak yang tertolong," tambahnya.

Sementara itu, dr. Yuliana yang bertugas memastikan masyarakat tidak perlu takut untuk mendonor darah, karena di tengah pandemi pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan.

"Terimakasih untuk komunikasi pejuang darah kabupaten Sekadau, saya harap ini bukan hal yang di laksanakan satu kali saja tetapi rutin dilaksanakan," tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved