Sekolah di Daerah Zona Kuning Akan Dibuka, Diskes Provinsi Akan Berikan Rekomendasi

“Nanti kami akan berikan telaah-telaah dan kajian-kajian mengenai daerah mana saja yang kuning sebenarnya,” ujarnya.

Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Kadiskes Kalbar, Harisson saat diwawancarai di Ruang Kerjanya, Senin 8 Februari 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan bahwa berdasarkan data resiko kenaikan kasus Provinsi Kalbar per 7 Februari 2021 terdapat lima daerah yang berada di Zona Oranye dan 9 daerah di zona kuning.

Adapun daerah yang berada padq zona oranye ( resiko sedang) berdasarkan urutan paling rendah Kabupaten Kayong Utara, Sintang, Kota Pontianak, Sekadau, Landak.

Sedangkan daerah di Zona Kuning (Zona Rendah) terdapat 9 daerah yakni Kabupaten Melawi, Kota Singkawang, Kubu Raya, Bengkayang, Kapuas Hulu, Sambas, Mempawah, Sanggau, Ketapang.

Harisson mengatakan apa yang telah disampaikan oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kalbar, bahwa sekolah boleh melakukan pembelajaran tatap muka pada daerah yang berada pada zona kuning. Sedangkan untuk zona orange tidak boleh.

Baca juga: Kadisdik Provinsi Kalbar Perbolehkan Daerah Zona Kuning Belajar Tatap Muka di Sekolah

“Jadi jangan sampai kuningnya semu. Kalau kuningnya semu ternyata disitu banyak kasus konfirmai Covid-19 dan mereka tidak melakukan pelaksaan testing dan tracing. Maka akan membahayakan peserta didik maupun gurunya,” ujar Harisson, Jumat 12 Februari 2021.

Ia mengatakan Diskes Provinsi tetap akan memberikan rekomendasi kepada Ketua Satgas Provinsi terkait zona kuning mana yang memang benar-benar kuning atau zona kuning mana yang sebenarnya kuning karena tidak banyak melakukan pemeriksaan Swab atau testing.

“Nanti kami akan berikan telaah-telaah dan kajian-kajian mengenai daerah mana saja yang kuning sebenarnya,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa Kota Pontianak sekarang masih berada pada zona orange, karena terus menerus melakukan testing dan tracing.

“Tetapi nanti kita akan berikan kajian-kajian kepada Dinas Pendidikan zona-zona yang dianggap aman. Jadi yang sekarang lemah dalam pemeriksaan sampel adalah Kapuas Hulu dan Melawi,” ujarnya.

Ia mengatakan jumlah sampel yang dikirim Kapuas Hulu dan Melawi kepada Provinsi berkurang.

“Berarti sebenarnya mereka lemah dalam melakukan testing dan tracing tetapi mereka zona kuning,” ucapnya.

Hal inilah yang perlu yang diperhatikan oleh Kabupaten Kota jangan sampai merasa daerahnya kuning padahal mereka kurang melaksanakan testing dan tracing.

“Ini bisa membahayakan bagi peserta didik maupun guru kalau memang nanti mereka harus melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka,”pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved