Sriwijaya Air Jatuh

Kesaksian Ahli Forensik Tim Identifikasi Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ182 - Feeling dr Sumy Hastry

Sumy Hastry dan jajaran tim DVI Mabes Polri berupaya maksimal terus mengungkap bagian tubuh jenazah yang ditemukannya.

Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUNPONTIANAK/Agus Pujianto
Ponijan, ayah Mulyadi menenangkan Amijaya Halim, mantan Sekjen PB HMI yang menangis saat pemakaman Mulyadi P Tamsir, mantan Ketum PB HMI korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Jasad mantan Ketua Umum PB HMI itu dikebumikan di pemakaman umum, di Jalan Lingkar Sungai Durian, Rt 16/Rw 03, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Kabupaten Sintang, Kamis 21 Januari 2021 petang WIB. 

Rusni (44), teridentifikasi 21 Januari 2021 Yumna Fanisyatuzahra (3), teridentifikasi 22 Januari 2021 Muhammad Nur Kholifatul Amin (46), teridentifikasi 22 Januari 2021 Fazila Ammara (6), teridentifikasi 25 Januari 2021.

Sugiono Effendy (36), teridentifikasi 25 Januari 2021 Yohanes (33), teridentifikasi 25 Januari 2021 Nabila Anjani (11), teridentifikasi 25 Januari 2021 Zurisya Zuar Zai (8), teridentifikasi 26 Januari 2021.

Umbu Kristin Zai (2), teridentifikasi 26 Januari 2021 Afwan RZ (54), pilot Sriwijaya Air, teridentifikasi 29 Januari 2021 Suyanto (40), teridentifikasi 29 Januari 2021 dan Riyanto (32), teridentifikasi 29 Januari 2021

Sebagai informasi, pesawat Sriwijaya-Air Jakarta-Pontianak itu jatuh di perairan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Sabtu 9 Januari 2021, sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Pesawat tersebut mengangkut 62 orang yang terdiri dari enam kru, 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi. (*)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved