BEM IAIS Minta Pemkab Fokus Pada Bidang Kesehatan, Pendidikan Hingga Pemulihan Ekonomi

Selain fokus di bidang kesehatan kata Pirdaus, dia juga minta Pemkab Fokus di dunia pendidikan. Kata dia, banyak sekolah lama di liburkan bahkan sampa

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Islam Sultan Muhammad Tsafiudin (IAIS) Sambas, Pirdaus. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Islam Sultan Muhammad Tsafiudin (IAIS) Sambas, Pirdaus mengatakan mereka mengharapkan agar penggunaan APBD 2021 bisa di fokuskan kepada tiga masalah pokok yang mereka nilai sedang di hadapi Kabupaten Sambas.

Pertama kata Pirdaus, fokus pada penanganan Pandemi Covid-19. Hal ini karena sampai sekarang belum juga selsai, dan kecenderungan kasus di Sambas naik.

"Kecenderungan kasus di Sambas trennya naik, walaupun sudah ada vaksin tapi kan terbatas. Jadi kita ingin 2021 Pemkab masih fokus pada penanganan kasus Covid-19, agar segera nihil kasus dan masyarakat bisa beraktivitas normal," katanya, Rabu 3 Februari 2021.

Selain fokus di bidang kesehatan kata Pirdaus, dia juga minta Pemkab Fokus di dunia pendidikan. Kata dia, banyak sekolah lama di liburkan bahkan sampai perguruan tinggi.

Bupati Atbah Ingatkan Dinas Soal Komitmen dan Konsistensi Penyelenggaran Pembangunan

"Ini kita khawatir kalau terus berlarut-larut, kualitas pendidikan kita jauh dari yang diharapkan, bahkan mungkin ada yang putus sekolah karena belajar daring," tegasnya.

"Harapan kita, sekarang kan sudah mulai tatap muka, tapi jika kembali diliburkan, pemerintah harus sudah ada formulasi tepat untuk menyikapi kualitas belajar mengajar ini. Kadang hanya di beri soal, tanpa penjelasan jadi sangat sulit untuk anak usia sekolah dasar," tambahnya.

Dan yang ketiga kata Pirdaus, dia meminta agar pemerintah juga bisa fokus pada Pemulihan Ekonomi. Salah satu hal yang bisa dengan cepat menumbuhkan perekonomian masyarakat adalah sektor ekonomi kreatif.

Bupati Atbah Ambil Sumpah 53 PPPK di Lingkungan Pemkab Sambas

"Ya banyak memang keluhan begitu, pariwisata kita lesu. Kerajinan tangan masyarakat permintaannya rendah di pasaran dan lainnya. Ini harus di cari jalan keluarnya, menurut saya ekonomi kreatif bisa jadi jalan keluar mendongkrak pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.

Selain ekonomi kreatif kata Daus, sektor pertanian juga di nilai bisa efektif untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

"Sektor pertanian juga bisa survive menurut saya di tengah pandemi, karena permintaan dan kebutuhan masyarakat akan sayur, buah dan lain sebagainya tetap. Jadi ini bisa menjadi perhatian pemerintah," tutupnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved