Genjot IPM, Gubernur Sutarmidji Prioritas Program di Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur
Sutarmidji mengatakan untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso Pontianak diupayakan dapat memberikan pelayanan tindakan medis yang di
Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pada Podcast Bincang Spesial bersama Gubernur Sutarmidji dipandu langsung oleh Pemred Tribun Pontianak Safruddin dengan durasi satu jam.
Pada Bincang bersama Tribun Pontianak, Gubernur Sutarmidji menjelaskan ada beberapa program prioritas Provinsi Kalbar pada masa jabatan Gubernur Sutarmidji dan Wagub Kalbar, Ria Norsan yakni pada bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur untuk meningkatkan angka IPM.
“ Fokus kita di bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Selain itu yang lain juga menjadi tujuan kita, tapi yang tiga ini sangat prioritas karena rumah sakit melayani sedikit diatas puskesmas.Kemudian Pendidikan sarana dan prasarannya tidak memadai. Lalu infrastruktur jembatan dan jalan berdasarn data yang ada kondi mantap mencapai 80 persen, tapi pada faktanya hanya 69 persen saja,” ujarnya.
Sutarmidji mengatakan untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso Pontianak diupayakan dapat memberikan pelayanan tindakan medis yang dibutuhkan masyarakat supaya tidak perlu mengeluarkan banyak biaya harus cek up ke luar negeri.
• Geram Kayong Utara Tak Aktif Kirim Hasil Swab, Gubernur Sutarmidji: Saya Sudah Capek Ngasi Tau
“Kita beri pelayanan bisa operasi jantung, retina. Kita juga sedang proses pembangunan gedug 6 lantai, dan dua gedug lain untuk memberikan pelayanan maksimal supaya tidak perlu cek up keluar negeri dan bisa di Pontianak saja,” jelasnya.
Gubernur Sutarmidji menargetkan pada akhir 2021 gedung baru dan fasilitas baru di RSUD Soedarso sudah bisa operasional.
“Kalau peralatan kita di bantu Kemenkes tapi atas perintah Pak Presiden. Sebelumnya saya memang sudah menghadap Pak Predisen Jokowi untuk meminta langsung terkait peralatan yang dibutuhkan rumah sakit. Kalau untuk pembangunan seperti ini respon beliau sangat cepat, “ ujarnya.
Artinya melalui percepatan pembangunan dalam bediang kesehatan bisa mencapai apa yang diinginkan khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu untuk di bidang pendikikan diawal masa jabatan Gubernur Sutarmidji dan Wagub Kalbar, H Ria Norsan sudah membesakan biaya pendidikan seluruh siswa SMA /SMK Negeri di Kalbar serta membantu beberapa sekolah Swasta.
“Total ada 179 ribu anak SMA /SMK Negeri yang tidak lagi perlu bayar SPP. Jadi sudah gratis bahkan pakaian juga di bantu bagi siswa yang tidak mampu. Kita juga membantu untuk mebeler yang sesuai dengan belajar masa pandemi covid-19 yang harus berjarak. Kita sudah siapkan itu,” ujarnya.
Gubernur Sutarmidji jug akan membangun di seluruh kabupaten kota setidaknya ada sekolah SMA atau SMK baru atau ruang kelas yang memadai supaya angka putus sekolah berkurang bahkan kalau perlu tidak ada.
“Dengan gratis biaya SMA smk/SMK Negeri dan banyaknya sekolah akses daya tampung bertambah. Maka angka putus sekolah bisa kita tekan,” jelasnya.
Sehingga dikatakannya paramater untuk meningkatkan IPM. Target kedepan untuk angka IPM bisa 69 walau pun rata-rata nasional sudah diatas 70.
“Makanya saya mengajak kabupaten kota harus perhatikan IPM dibidang kesehatan, pendidikan, ekonomi. Sehingga APBD harus dibelanjakan sesuai target. Makanya kita harus fokus,” ujarnya.
Ia meminta dan mengajak bupati wali kota untuk pahami dulu indokator IPM apa yang harus dilakukan dengan anggaran. Maka akan mengikuti hasilnya, tapi kalau menyusun anggaran tidak sesuai indikator capaian tidak akan nampak hasilnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bincang-spesial-tribun-pontianak-bersama-gubernur-kalimantan-barat-2.jpg)