BATAS Shalat Subuh Jam Berapa Sebenarnya? Simak Juga Penjelasan Ustaz Abdul Somad UAS

pancaran cahaya yang menjulang seperti ekor serigala dan setelah itu masih terlihat gelap, ini yang disebut fajar kadzib (fajar pertama).

Penulis: Ishak | Editor: Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
BATAS Shalat Subuh Jam Berapa Sebenarnya? Simak Juga Penjelasan Ustaz Abddul Somad UAS. Simak di artikel ini pada Senin 25 Januari 2021/ ILUSTRASI. 

Di akhir hadits disebut bahwa: 

“Waktu shalat adalah antara dua waktu ini”, yaitu antara waktu pada hari pertama dan waktu kedua. Waktu akhir inilah yang disebut waktu ikhtiyar (Kifayatul Akhyar, hal. 81 dan Al Iqna’, 1: 201).

Waktu ikhtiyar-nya adalah pada saat isfaar, yaitu ketika mulai terang.

Adapun dalil yang menunjukkan akhir waktu ikhtiyar adalah hadits tentang shalat Jibril yang mengimami Rassulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari kedua yang berbunyi:

وَصَلَّى بِىَ الْفَجْرَ فَأَسْفَرَ

Atinya: “Kemudian ia shalat Shubuh bersamaku setelah itu waktu isfaar”

Adapun waktu jawaz atau bolehnya adalah sampai matahari terbit. Yang dimaksud terbit adalah muncul sebagian matahari.

Waktu jawaz ini disebutkan dalam hadits ‘Abdullah bin ‘Amr: 

صَلاَةِ الصُّبْحِ مِنْ طُلُوعِ الْفَجْرِ مَا لَمْ تَطْلُعِ الشَّمْسُ

“Waktu shalat Shubuh adalah mulai terbit fajar (shodiq) selama matahari belum terbit”

Ulama Syafi’iyah membagi waktu Shubuh menjadi enam waktu:

(1) waktu fadhilah (utama), yaitu di awal waktu.

(2) waktu ikhtiyar (pilihan), yaitu sebagaimana waktu awal dan akhir yang dipraktekkan Jibril ketika menemani Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, waktunya adalah hingga waktu isfaar (mulai terang).

(3) waktu jawaz bi laa karohah (boleh dan tidak makruh), yaitu hingga muncul cahaya merah di ufuk (sebelum matahari terbit).

(4) waktu karohah (makruh), yaitu mulai muncul cahaya merah di ufuk hingga matahari terbit.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved