Harga Daging Sapi di Kalbar Masih Stabil dan Kondusif
Lanjutnya mengatakan harga daging segar yang naik tipis di pasar-pasar tradisional pada awal Januari, kemungkinan berlanjut ke Februari, bahkan sampai
Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Daging segar rata-rata dijual diharga Rp 130 ribu/kg, sedangkan harga daging beku dikisaran harga Rp.80 sampai Rp 85 ribu/kg.
Problem dasarnya serupa, yakni pasokan sapi terutama untuk pasar di Kota besar di Jawa dan utamanya di Jakarta, sebagian besar dipasok dari daging impor dan sapi potong hidup (jenis Sapi Cross Brahman) dari Australia.
Bila pemasukannya terganggu karena adanya perubahan kebijakan di bidang importasi daging sapi/kerbau maupun sapi potong hidup.
Baca juga: Stok Beras di Kapuas Hulu Masih Aman, Sabarani: Daging Sapi dan Kerbau juga Sudah Pesan
Hal itu otomatis langsung berdampak pada berkurangnya suplai daging segar di pasaran yang memicu kenaikan harga di level konsumen.
Di Kalbar, pemasukan sapi potong Brahman ex impor dari Australia bisa dibilang tidak ada, karena alur transportasinya yang tidak efisien.
“Hampir mayoritas suplai sapi potong kita di Kalbar berasal dari Masura, berupa jenis sapi madura yang akan dipelihara/digemukkan selam 4 sampai 6 bulan sebelum siap dijual untuk dipotong,” ujarnya.
Hanya sebagian kecil dimasukan dari Kalteng berupa sapi silangan sapi Limosin, Simental dan Cross Brahman, maupun Sapi PO atau peranakan ongole.
Dikatakannya hampir mayoritas suplai sapi potong berasal dari Madura, berupa jenis sapi madura bakalan yang akan dipelihara atau digemukkan selama 4 sampai 6 bulan sebelum siap dijual untuk dipotong.
“Hanya sebagian kecil dimasukan dari Kalteng berupa sapi silangan seperti sapi Limosin, Simental dan Cross Brahman, maupun Sapi PO atau peranakan ongole,” pungkasnya. (*)