Kecelakaan di Trans Kalimantan

Istri Kenang Sosok Suami Sang Sopir Truk yang Ramah dan Pekerja Keras

Kedekatan ayah dan anak itu begitu kuat, meski sang anak belum sepenuhnya memahami kepergian ayahnya untuk selama-lamanya.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Chris Hamonangan Pery Pardede
RUMAH DUKA - Suasana rumah duka dari sopir truk yang terlibat kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Raya Tayan Hilir, tepatnya di Dusun Tenggarong, Desa Cempedak, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau. Istri korban, Riska Katika Putri, mengenang sang suami sebagai sosok yang ramah, pekerja keras, dan mudah bergaul dengan siapa pun. 

Ringkasan Berita:
  • Istri korban, Riska Katika Putri, mengenang sang suami sebagai sosok yang ramah, pekerja keras, dan mudah bergaul dengan siapa pun.
  • Orangnya baik, ramah, cepat dekat sama orang. Siapa pun diajak ngomong mau kenal atau tidak, pokoknya ramah. Kalau orang ngomong ke dia, enggak pernah diambil hati.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di Jalan Raya Tayan Hilir, tepatnya di Dusun Tenggarong, Desa Cempedak, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, pada Rabu, 21 Januari 2026 dini hari WIB, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Insiden tersebut melibatkan dua unit bus DAMRI dan satu mobil truk. 

Dalam peristiwa itu, sopir truk dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara sejumlah penumpang bus mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Korban meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih berusia lima tahun. 

Istri korban, Riska Katika Putri, mengenang sang suami sebagai sosok yang ramah, pekerja keras, dan mudah bergaul dengan siapa pun.

"Orangnya baik, ramah, cepat dekat sama orang. Siapa pun diajak ngomong mau kenal atau tidak, pokoknya ramah. Kalau orang ngomong ke dia, enggak pernah diambil hati," ujar Riska dengan suara bergetar saat ditemui di rumah duka pada Jumat 23 Januari 2026.

Segini Jumlah Korban Kecelakaan Beruntun Truk vs 2 Bus Damri di Tayan Hilir Sanggau

Menurut Riska, korban dikenal peduli terhadap lingkungan sekitar. 

Setiap ada kegiatan di lingkungan tempat tinggalnya, almarhum selalu terlibat. 

Ia juga dikenal sebagai pribadi yang tidak bisa diam dan selalu mencari pekerjaan ketika tidak sedang bekerja.

"Kalau dia enggak kerja hari ini, pasti keluar cari apa yang bisa dikerjakan. Rajin orangnya," tuturnya.

Riska menambahkan, almarhum sangat menyayangi anak semata wayangnya. 

Kedekatan ayah dan anak itu begitu kuat, meski sang anak belum sepenuhnya memahami kepergian ayahnya untuk selama-lamanya.

"Anaknya tahu ayahnya enggak ada, tapi belum tahu kalau ayahnya itu enggak akan balik lagi karena masih kecil," kata Riska lirih. 

Diketahui, saat kecelakaan terjadi, korban tengah dalam perjalanan mengantarkan pupuk dari Pontianak menuju Bodok. 

Riska sendiri baru mengetahui kabar duka tersebut sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WIB setelah rekan korban datang langsung ke rumah orang tuanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved