Koordinator Presidium KAHMI Ketapang Kenang Sosok Mulyadi P Tamsir

Mulyadi P Tamsir diketahui masuk daftar penumpang Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta - Pontianak yang jatuh di Kepulauan Seribu pada Sabtu 9 Januari 2021.

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Doa bersama yang digelar Keluarga besar MD Korps Alumni HMI dan HMI Cabang Ketapang untuk Mulyadi P Tamsir yang merupakan Mantan Ketua PB HMI periode 2016 - 2018. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Keluarga besar MD Korps Alumni HMI dan HMI Cabang Ketapang menggelar doa bersama untuk Mulyadi P Tamsir yang merupakan Mantan Ketua PB HMI periode 2016 - 2018, pada Senin 11 Januari 2021.

Mulyadi P Tamsir diketahui masuk daftar penumpang Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta - Pontianak yang jatuh di Kepulauan Seribu pada Sabtu 9 Januari 2021. Pria asal Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat saat itu menuju Pontianak bersama sang istri, Makrufatul Yeti Sriningsih.

Sebagai bentuk belasungkawa atas kepergian sosok yang akrab disapa Mulyadi tersebut, seluruh HMI se-Nusantara melakukan doa bersama. Termasuk keluarga besar MD Korps Alumni HMI dan HMI Cabang Ketapang.

Baca juga: KAHMI Ketapang Gelar Doa Bersama untuk Mulyadi P Tamsir, Penumpang Pesawat Sriwijaya Air SJ182

Koordinator Presidium KAHMI Ketapang, Riduan dalam kesempatannya turut mengenang sosok Mulyadi ketika kerap berkunjung ke Ketapang dalam rangka agenda HMI Cabang. 

Bahkan ia mengaku, Mulyadi pernah menginap di kediamannya dan ketinggalan sebuah cincin kecubung.

"Dulu dia pernah menginap di rumah. Saat itu cincin yang sering dia pakai ketinggalan. Ketika saya telpon memberitahu cincinnya tinggal, dia menjawab simpan saja untuk kenang-kenangan. Cincin itu masih ada sampai sekarang dan saya pakai," kenangnya.

Di mata Riduan, Mulyadi adalah sosok kader HMI yang secara struktur tuntas dan paripurna. Menurutnya Mulyadi merupakan salah satu kader HMI Kalbar terbaik yang berhasil meraih karir puncak di HMI sebagai Ketua Umum PB HMI periode 2016 - 2018.

"Bagi KAHMI Ketapang, Mulyadi merupakan kebanggan. Tentu dengan kepergiannya kami semua merasa sangat kehilangan. Saat ini hanya doa yang bisa kami sampaikan atas kepergian sosok pemuda santun itu," tandas Riduan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved