Sriwijaya Air Jatuh

Dua Bersaudara di Sriwijaya Air SJ 182, Budi: Andai Kata Tidak Selamat, Minimal Jasadnya Ada

Kami (berbicara) mewakili pihak keluarga, harapan kami tidak banyak. Andai kata sudah tidak selamat, minimal jasadnya ada. Itu harapan kami.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
Kerabat penumpang Sriwijaya menunjukan foto keluarga Masrizal. Dua anaknya, Faisal dan Asyabul berada dalam pesawat Sriwijaya Air. 

Budi Kurniawan, kerabat dekat Faisal mengonfirmasi kebenaran IG Story tersebut dan membenarkan bahwa dua bersaudara tersebut asal Kabupaten Sintang.

Baca juga: UPDATE PROMO ALFAMART Hari Ini 11 Januari 2021, Diskon Hemat Beli 2 Gratis 1 hingga 15 Januari 2021

“Keduanya asal Sintang. Bapaknya asal tanah datar. Semuanya kelahiran Sintang. Iya, itulah Faisal,” kata Budi ditemui di kediaman Faisal.

Faisal memiliki akun IG @Classics_fay, diikuti lebih dari 19 ribu followers.

Dalam profilnya, Fay memiliki usaha penjualan pakaian bernama Toko Cahaya Busana.

Faisal juga menuliskan dirinya sebagai produser music, pianis dan gitaris.

Karyanya bisa dilihat di akun Youtubenya Dunia Malam TV (DM.TV).

Dalam karyanya, Fay mencantumkan dirinya sebagai pengisi suara, music dan sound serta legal content.

Baca juga: UPDATE Pencarian Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ182 - Penemuan 40 Kantong Jenazah, 1 Teridentifikasi

Dalam unggahan di Instagram, Fay banyak menampilkan kepiawaian dalam memainkan alat music dan olah vocal.

Sejak namanya masuk dalam manifest pesawat Sriwijaya Air yang mengalami kecelakaan, postingan Fay di Instagram maupun konten youtubenya dibanjiri doa dari para warganet.

Budi menyebut, Faisal pernah mengenyam pendidikan di MIN Sintang.

Setelahnya, dia banyak menempuh pendidikan di Yogyakarta dan Jakarta.

Terkahir lulus di Binus University, jurusan Ilmu Kumputer 2007-2013.

Di laman Facebook Binus University, Ikatan Keluarga Alumni Bina Nusantara (IKABINUS) turut mengucapkan duka mendalam terhadap Faisal dalam kecelakaan pesawat Sriwijaya Air.

Meski tidak ada hubungan darah, bagi Budi, Fay sudah dianggap seperti adik sendiri, dia mengenalnya sejak kecil.

“Keduanya sudah saya anggap keluarga. Kami kenal sejak kecil. Kabar ini pukulan berat buat kami dan keluarga. Rasanya masih tidak percaya, tapi itu terjadi. Kami hanya bisa berserah diri,” ujar Budi kepada Tribun Pontianak. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved