Salam Zero: Ini Profil Calon Kapolri Arief Sulistyanto Pengganti Jenderal Idham Azis
Revolusi tersebut mulai dia gulirkan tidak sampai sepekan setelah dilantik menjadi Kapolda Kalbar oleh Kapolri Jenderal Pol Drs Sutarman pada 13 Mei
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - "Salam Zero dari Kalbar untuk Indonesia" berkumandang di ruang Graha Khatulistiwa Mapolda Kalbar.
Mereka yang hadir juga membuat simbol dengan jari telunjuk dan jempol yang membentuk angka nol atau huruf O.
Tiga jari lainnya berdiri bebas ini menjadi representasi anti penyimpangan, pungutan liar, korupsi, kolusi dan nepotisme di tubuh Polri.
Suasana launching dan bedah buku "Salam Zero: Revolusi Mental Mencetak Polisi Profesional" karya Komisaris Polisi (Kompol) Sumarni Guntur Rahayu, pada Selasa 24 Maret 2015 itu mungkin masih membekas di benak setiap orang.
Buku ''Salam Zero: Revolusi Mental Mencetak Polisi Profesional'' adalah buku yang berisi catatan sepak terjang Brigjen Arief Sulistyanto dalam menerapkan zero tolerance terhadap berbagai bentuk penyimpangan, pelanggaran hukum, KKN, pungli dan sejenisnya itu menjadi semacam kado ultah ke-50 Brigjen Arief.
Baca juga: Sepak Terjang Arief Sulistyanto Calon Kapolri: SALAM ZERO di Kalbar hingga Kembalikan Uang BCA
Baca juga: Profil Boy Rafli Amar Calon Kapolri: Doktor Komunikasi Unpad, Cucu Penulis Si Doel Anak Betawi
Baca juga: Profil Listyo Sigit Prabowo Calon Kapolri: Mantan Ajudan Jokowi Pemilik Kekayaan Rp 8 Miliar
Salam Zero adalah salam yang dijadikan semboyan Arief Sulistyanto selama menjadi Kapoda Kalbar.
Salam Zero menjadi upaya Arief Sulistyanto melakukan reformasi di tubuh Polri khususnya Polda Kalbar.
Langkah revolusioner ini dilakukan guna mengubah mental dan perilaku buruk para anggotanya.
Revolusi tersebut mulai dia gulirkan tidak sampai sepekan setelah dilantik menjadi Kapolda Kalbar oleh Kapolri Jenderal Pol Drs Sutarman pada 13 Mei 2014.
“Salam zero merupakan representasi kebijakan Kapolda yang menerapkan zero tolerance terhadap berbagai bentuk pelanggaran, penyimpangan, pungutan liar (pungli), korupsi, kolusi. dan nepotisme," kata Arief seperti tertuang dalam buku "Salam Zero: Revolusi Mental Mencetak Polisi Profesional Antikorupsi" karya Sumarni Guntur Rahayu.
"Salam zero bukan hanya jargon, bukan hanya retorika, namun diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas seluruh anggota Polda Kalbar dan jajarannya,” lanjutnya.
Salam Zero disimbolkan dengan posisi jari telunjuk dan jempol membentuk angka nol atau zero dan tiga jari lainnya tetap tegak, yaitu jari tengah yang berarti tetap berpegangan pada Pancasila, jari manis melambangkan Tribrata dan jari kelingking melambangkan Catur Prasetya.
Dengan Salam Zero itu, Arief ingin memberangus praktik setor-menyetor yang selama ini cenderung sudah dianggap sebagai budaya karena lazim terjadi, budaya memberi sangon, atau biaya entertain tamu-tamu yang datang dalam rangka kunjungan kerja, pengawasan dan pemeriksaan, supervisi, monitoring, sosialisasi atau apapun istilahnya.

“Kedatangan tamu-tamu yang berkunjung ke Polda Kalbar akan disuguhi laporan kinerja Polda Kalbar dan jajaran dalam rangka menuju Polda Kalbar yang hebat, jujur, dan anti-KKN. Pola pembenahan dilakukan dari transformasi moral hingga manajemen pembinaan maupun operasional," tegasnya.
Memori tentang Salam Zero kembali muncul setelah Arief Sulistyanto menjadi satu dari lima calon Kapolri yang diusulkan Kompolnas ke Jokowi.