Breaking News:

Diskes Kota Pontianak Gelar Simulasi Pelaksanaan Vaksin, Berikut Alur Vaksinasinya

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidig Handanu menjelaskan, ada 36 fasilitas kesehatan (faskes) yang bekerjasama untuk penyuntikan vaksin Covid-

TRIBUNPONTIANAK/Rokib
Meja ketiga, Vaksinasi secara intra muskular sesuai prinsip penyuntikan dan sekaligus memasukkan na dan nomor batch vaksin yang diberikan kepada sasaran pasa aplikasi Pcare. 

"Meja kedua merupakan meja penapisan atau screening untuk melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan peserta calon penerima vaksin," lanjutnya.

Apabila dalam pemeriksaan atau screening terhadap peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk divaksin, maka proses selanjutnya adalah di meja ketiga, peserta akan diimunisasi vaksin dengan diberikan penyuntikan secara intramuskular. 

Sedangkan di meja keempat, dilakukan pencatatan, pelaporan serta observasi. 

"Peserta yang telah disuntik vaksin tidak boleh meninggalkan lokasi selama 30 menit. Jika sudah melewati 30 menit dan peserta sehat maka diberikan surat keterangan sudah diimunisasi untuk kemudian dipersilahkan pulang," jelas Handanu.

Selain itu, Handanu juga menjelaskan, bahwa para peserta penerima vaksin juga akan diberikan Personal Identification Number (PIN). 

Fungsi dari PIN tersebut, sebagai kontak person apabila ketika peserta menderita gejala apapun, baik yang disebabkan karena suntikan maupun tidak, untuk disampaikan kepada petugas. 

Baca juga: Cegah Kerumunan saat Pandemi, Warga Dukung Kebijakan Pemkot Pontianak Tutup Taman dan Tempat Hiburan

"Hal itu untuk mencatat kejadian ikutan pasca imunisasi. Selain itu pula akan menjadi pembelajaran yang sangat bagus dalam rangka untuk imunisasi selanjutnya," paparnya.

Menurutnya, ada beberapa pengecualian sehingga orang tersebut tidak bisa diberikan vaksin Covid-19. 

Kriteria eksklusif atau kontra indikasi berkaitan dengan vaksin diantaranya, pertama ibu hamil atau menyusui, penderita Covid-19 yang telah terkonfirmasi, mempunyai penyakit komorbid atau penyerta seperti hipertensi, imunologi, jantung, ginjal dan lainnya. 

"Oleh sebab itu riwayat penyakit-penyakit tersebut akan dilakukan penapisan pada saat peserta di meja dua atau proses screening," kata Handanu menceritakan alurnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved