Bangun Waterfront di Kawasan Saka Tiga Sintang, PKL dan Lanting Akan Direlokasi
Menurut Kartiyus, pembangunan waterfront di sungai durian, dan depan kantor bupati akan berimbas langsung terhadap masyarakat.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang, Kartiyus mengatakan Pemkab Sintang akan mencari tempat relokasi sementara pedagang kaki lima (PKL) yang berada di lokasi pembangunan waterfront di Sungai Durian.
Selain itu, Pemkab Sintang, juga akan mencari tempat untuk memindahkan lanting (rumah terapung) depan kantoe bupati sintang.
Menurut Kartiyus, pembangunan waterfront di sungai durian, dan depan kantor bupati akan berimbas langsung terhadap masyarakat.
"Hanya memang perlu kesadaran masyarakat sintang, pertama yang yang terdampak lokasi pmebangunan, seperti lanting, nanti harus kita bebaskan, PKL akan kita tata, kita cari lokasi mereka sementara selama pembangunan. Supaya bisa berdagang, ndak mungkin kita mengusir merka, lalu mereka ndak berusaha, ndak makan mereka. Harus kita usahakan cari alternatif," ujar Kartiyus.
Baca juga: Bersih-bersih Praktik Prostitusi, Camat Sintang Akan Gencarkan Operasi Pekat
Setelah tim pembangunan waterfront terbentuk, pemerintah akan mengundang para pemilik ruko, pkl, dan pemilik lanting untuk menyosialisasikan pembangunan waterfront.
"Akan ada sosalisasi sampai tahap tertentu kita akan eksekusi kalau ada PKL masih ada, karena ndak mungkin orang bekerja di lorong nanti karna antar jalan Katamso dan di Panjaitam ada lorong yang akan ditata supaya jalan lancar. PKL akan diungsikan supaya pekerjaan lancar," kata Kartiyus. (*)