Bersih-bersih Praktik Prostitusi, Camat Sintang Akan Gencarkan Operasi Pekat
Menurut Siti, pada pergantian tahun tim gabungan menjaring 31 muda-mudi saat operasi pekat di hotel, penginapan dan rumah kost.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Guna mencegah dan mengantisipasi terjadinya praktik prostitusi, Camat Sintang akan gencar melakukan operasi penyakit masyarakat (Pekat) di wilayah Kecamatan Sintang.
"Kami akan gencar melakukan operasi pekat di wilayah kecamatan sintang, untuk bersih-bersih dari perbuatan asusila di wilayah kami," kata Camat Sintang, Siti Musrikah.
Menurut Siti, pada pergantian tahun tim gabungan menjaring 31 muda-mudi saat operasi pekat di hotel, penginapan dan rumah kost.
"Dari 31 yang tertangkap terdapat 1 orang yang reaktif dan langsung ditangani tim medis," ujarnya.
Terhadap 31 orang yang terjaring tersebut, pihak kecamatan berkeinginan agar ditegakan sanksi Tipiring. Namun, Pemkab Sintang, kata Siti belum siap.
Baca juga: Ratusan Warga Sintang Geruduk Tempat Hiburan Malam, Satgas Covid Tak Adil Tegakkan Disiplin Prokes
"Kemudian saya mau menggantikan dengan hukum adat. Namun karena tim terpadu juga melibatkan Polri dan TNI, maka setoran denda dari hukum adat tidak bisa disetorkan ke kas negara. Oleh karena itu sementara kami berikan sanksi membuat surat pernyataan," ungkap Siti.
Sanksi berupa menandatangani surat pernyataan dinilai Siti tidak membuat efek jera, sehingga berpotensi praktik prostitusi semakin marak, apalagi karena mudah diakses dengan mengunakan medsos, melalui direct order ke penyedia jasa asusila.
"Oleh karena itu melalui kasatpol PP kami mendesak untuk segera merumuskan aturan dan penambahan personil yang bisa melakukan penyidikan kasus-kasus seperti ini dengan tipiring," harapnya.
Baca juga: Ratusan Warga Sintang Geruduk Tempat Hiburan Malam Desak Satgas Covid Adil, Ini kata Camat Sintang
Siti juga mendorong pihak desa, kelurahan dan masyarakat untuk bisa membantu pemerintah mencegah praktik prostitusi, dengan mengawasi lingkungan sekitar.
"Seperti yang telah dilaksanakan oleh kades merti guna dalam menertibkan kawasan remang-remang di sekitar makam pahlawan. Dengan peran warga masyarakat yang semakin baik dalam menindak perbuatan asusila di wilayah mereka masing-masing, kami berharap wilayah sintang secara perlahan akan bisa mengurangi praktik prostitusi," harapnya. (*)