Breaking News:

Orangtua Terduga Teroris Merasa Senang Bisa Melihat Anaknya Pasca Diamankan Densus 88

Bisa berjumpa dengan anak saya kerinduan terobati, dan kami ucapkan terimakasih untuk Tim Densus 88, dan Kapolsek Sungai Pinyuh

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pertemuan terduga teroris bersama orangtuanya yang difasilitasi oleh Polsek Sungai Pinyuh, Polres Mempawah, atas permintaan Tim Densus 88 Mabes Polri, Selasa 5 Januari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Sejak ditangkap Tim Densus 88 pada 5 Juni 2020 lalu, Ar (21), terduga tindak pidana terorisme di Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, akhirnya bisa bertemu dengan orangtuanya.

Pertemuan tersebut dilaksanakan secara virtual dan difasilitasi oleh Polsek Sungai Pinyuh, Polres Mempawah, atas permintaan Tim Densus 88 Mabes Polri, Selasa 5 Januari 2021.

Dalam hal ini, ISK ayah terduga teroris, merasa bahagia bisa bertatap muka dengan anaknya tersebut, meski hanya lewat zoom meeting.

Dirinya mengaku hal ini sudah dapat mengobati rindu yang dirasakan selama ini.

Baca juga: Polsek Sungai Pinyuh Fasilitasi Pertemuan Virtual Terduga Teroris Dengan Orangtuanya

“Bisa berjumpa dengan anak saya kerinduan terobati, dan kami ucapkan terimakasih untuk Tim Densus 88, dan Kapolsek Sungai Pinyuh yang sudah memfasilitasi ini pertemuan ini,” ujarnya.

ISK juga mengatakan, dari apa yang dilihatnya melalui zoom meeting tersebut, anaknya dalam keadaan sehat dan terlihat gemuk.

Ia juga berpesan kepada anaknya, untuk selalu menjaga kesehatan.

“Kita juga berharap selama AR di sana, bisa lebih baik lagi dari sebelumnya,” harapnya.

ISK juga menyampaikan, terkait soal persidangan yang akan dijalani AR, bahwa dirinya telah berpesan agar anaknya bisa untuk menerima putusan dengan lapang dada.

“Putusan nanti harus diterima, jangan banding dan mikir-mikir, dan tentu harapan kita juga kalau memang AR terbukti bersalah, putusan hukuman nanti tidak berat. Namun pihak keluarga juga menerima apapun putusan majelis hakim nantinya,” terangnya.

Ia juga mengatakan, bahwa harapan AR kalau nanti dinyatakan bersalah, masa tahanannya bisa dijalankan di Kalimantan, agar bisa dekat dengan keluarga sehingga pihak keluarga pun bisa untuk menjenguk.

Baca juga: Sabhan: Baru 20 Sekolah di Sambas yang Laksanakan Belajar Tatap Muka

“Tapi tadi AR bilang ragu akan hal itu, karena dari pihak Kalimantan takut tidak menerima orang seperti dia, dan appalagi kasus dia ini baru pertama terjadi di Sungai Pinyuh,” terangnya.

Sementara itu, andaikan, kata ISK anakanya tersebut tidak terbukti bersalah, maka segera kembalikan AR ke keluarganya.

“Tentu kita ingin dibebaskan kalau memang tidak terbukti bersalah, biar bisa berkumpul lagi dengan keluarga,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ramadhan
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved