Intensi Awal Tahun 2021 Ikatan Sarjana Katolik Indonesia Membangun Optimisme Merawat Bela Rasa

Sehingga upaya–upaya nyata merawat persatuan dan kesatuan  bangsa dan menyejahterakan rakyat sungguh-sungguh tercipta tanpa gangguan yang berarti.

Penulis: Stefanus Akim | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
V Hargo Mandirahardjo sebagai Ketua Presidium Pusat mengatakan Ikatan Sarjana Katolik Indonesia ( ISKA ) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perjalanan tahun 2020 telah selesai dan kini memasuki tahun baru 2021, V Hargo Mandirahardjo sebagai Ketua Presidium Pusat mengatakan Ikatan Sarjana Katolik Indonesia ( ISKA )  sebagai bagian dari elemen bangsa,  mencatat beberapa hal penting yang perlu  menjadi perhatian bersama. 

"Ikatan Sarjana Katolik Indonesia ( ISKA ) dan seluruh  bangsa Indonesia kiranya perlu mengucapkan syukur bahwa  di tengah segala  kesulitan, tantangan, perjuangan melawan pandemi dan berbagai problem sosial, ekonomi,  politik – yang amat signifikan terdampak  oleh Covid-19 –  kita dapat terus melangkah menuju  babak perjuangan baru di tahun  2021," ujarnya.

Ia menilai perjalanan Indonesia  sepanjang  2020, dengan sembilan bulan penuh ditempuh ditengah pandemi, telah melahirkan harapan, serta kebangkitan baru  dalam spirit gotong-royong, belarasa, penghargaan pada kehidupan, penghormatan pada yang gugur,  perjuangan menemukan terobosan melawan pandemi Covid-19.

"Pengalaman ini  meneguhkan sekaligus meluaskan kesadaran kita tentang makna solidaritas tanpa sekat serta toleransi atas semua perbedaan yang perlu terus  dikembangluaskan," katanya.

Baca juga: Gagalkan Penyelundupan Narkoba di Lapas Singkawang, Rahman: Modus Melempar Lewati Pagar

Menurutnya pula Pandemi  Covid-19 merupakan salah satu tantangan terberat yang dihadapi dunia.

Krisis kemanusiaan ini melahirkan konsekuensi  kesehatan serta dampak sosial ekonomi yang parah.

"Namun  situasi krisis ini  hendaknya menjadi momentum meningkatkan kembali nilai-nilai humanitas. Bersatu  sebagai bangsa, kita perlu menebarkan kembali semangat bersolidaritas, bergotongroyong, belarasa, kepedulian kepada sesama tanpa sekat," ungkapnya.

Dengan cara ini pula menurutnya masyarakat dapat hidup  berdampingan secara  rukun  sekaligus  membantu  mereka  yang paling menderita.

Pandemi  memang  belum berakhir tetapi upaya-upaya ke arah sana menurutnya harus menjadi tugas bersama.

"Antara  lain,  melalui partisipasi aktif dalam protokol kesehatan, kerjasama dalam karya-bakti  meringankan beban sesama, serta mendukung upaya-upaya pemerintah dan semua pihak yang tengah berjuang sungguh-sungguh untuk mengatasi pandemi  Covid-19," ajaknya.

ia lantas menyampaikan perjalanan bangsa  memajukan kesejahteraan umum mencakup aspek iIdeologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan  sepanjang   2020 akan terus pihaknya kawal  kesinambungannya.

"Harapan kita, semua ini dapat terwujud  melalui dialog yang sehat , berkeadilan,  tanpa diskriminasi, dengan  tujuan memenangkan kepentingan bersama," tuturnya

"Hendaknya segala persoalan bangsa tidak menjadi polemik yang berkepanjangan seperti yang terjadi selama ini. Jangan sampai kita dijuluki bangsa yang suka berpolemik dan tidak mampu mengatasi persoalan," lanjutnya.

Menanggapi perkembangan situasi politik dan keamanan akhir-akhir ini, ISKA mengharapkan semua pihak bersikap dewasa untuk bersama-sama menciptakan kondisi yang kondusif, tertib dan aman.

Baca juga: Belajar Tatap Muka 4 Januari 2021, El Zuratnam: Ditunda Hingga Waktu yang Belum Ditentukan

Sehingga upaya – upaya nyata merawat persatuan dan kesatuan  bangsa dan menyejahterakan rakyat sungguh-sungguh tercipta tanpa gangguan yang berarti.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved