Belajar Tatap Muka Ditunda, Ini Tanggapan Anggota DPRD Mempawah
Menurut Riduan juga, dengan diizinkannya belajar tatap muka nantinya, tentu ada resiko tertular murid dan guru.
Penulis: Ramadhan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Anggota DPRD Komisi I, Kabupaten Mempawah, Bidang Pendidikan, Perhubungan, Pajak Pendapatan dan Hukum, Riduan HM Yusuf, mengatakan sangat mendukung untuk di berikannya izin murid sekolah lagi, ataupun sekolah tatap muka.
"Kasihan mereka di rumah, hanya main dengan hp, dan kurang mendapat perhatian orangtua, dikarenakan orangtua mereka terkadang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka," ujar Riduan, Minggu 3 Januari 2021.
Menurut Riduan juga, dengan diizinkannya belajar tatap muka nantinya, tentu ada resiko tertular murid dan guru.
"Namun hal itu sedikit bisa di cegah dengan memberikan edukasi terhadap murid dengan memberitahukan yang boleh dilakukan, dan mana tidak boleh dilakukan," katanya.
Baca juga: Masuk Sekolah Tatap Muka Senin 4 Januari 2021 di Mempawah Resmi Ditunda
"Misalnya murid tetap harus memakai masker, tidak makan disembarang tempat, atau tidak bermain sesama mereka yang berlebihan," sambungnya.
Kemudian juga menurut Riduan, Sekolah harus punya kesiapan atau terobosan untuk mengurangi resiko penularan.
"Misalkan mengatur jarak bangku atau meja, menyediakan tempat cuci tangan, merlarang murid berkerumun," ujarnya.
Saat disinggung mengenai akan ditundanya sekolah tatap muka, Riduan mengatakan pasti ada pihak-pihak yang kecewa akan hal itu.
Riduan mengatakan kekecewaan pasti ada, apalagi anak-anak kita tentang ditundanya belajar tatap muka.
"Namun kita juga memikirkan keselamatan anak-anak kita, karena mereka adalah generasi kita, calon-calon pemimpin kita untuk kesehatan dan keselamatan mereka ada hal yang paling utama.
Dengan itu, Riduan juga mendukung apa yg di lakukan pemerintah dengan menunda belajar tatap muka.
"Pemerintah Daerah harus mencari terobosan baru, mencari solusi terbaik untuk anak-anak kita supaya tetap semangat untuk belajar walau belajar di rumah," pungkasnya. (*)