Breaking News:

Empat CPNS Mengundurkan Diri, Dr Aswandi Sebut Pemerintah Kecolongan

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Pendidikan Universitas Tanjungpura, Dr Aswandi mengatakan untuk kedepan dalam syarat mendaftar CPNS harus di perketa

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
IST
Dr. Aswandi sebagai pengamat pendidikan Kalbar 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Total CPNS yang mendaftar di Formasi Provinsi pada tahun 2020 yang telah dinyatakan lolos sebanyak 345 dari semua jurusan. Namun dari total yang lolos ada 5 orang yang mengundurkan diri dari Formasi guru.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Pendidikan Universitas Tanjungpura, Dr Aswandi mengatakan untuk kedepan dalam syarat mendaftar CPNS harus di perketat. Ketika ada yang mengundurkan diri setelah lolos seakan kecolongan karena alasan tempat tugas yang jauh.

Ia mengatakan dari pertama sejak dulu dirinya masih sebagai calon guru sudah ada ketentuan Undang-Undang Kepegawain yang mencatumkan bahwa yang pendaftar lolos wajib menerima saat ditugaskan dimana pun apalagi dia adalah seorang guru.

“Jadi memang banyak yang trjadi sudah ditempatkan akhirnya mundur. Jadi kejadian seperti ini mestinya sekarang tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya kepada Tribun Pontianak,Selasa 29 Desember 2020.

Ia mengatakan apalagi khusus untuk profesi guru sebelum mereka lulus pendidikan profesi guru ada yang namanya proses penugasan di daerah 3T setelah itu baru bisa dinyatakan lolos pendidikan profesi.

Setelah dinyatakan lolos baru mendapatkan sertifikat pendidik yang digunakan untuk melamar. Dikatakannya bahwa sebenarnya guru sudah di uji dulu saat pendidikan profesi ke daerah perbatasan untuk menguji ketahanan.

Baca juga: Lima CPNS Formasi Guru Provinsi Kalimantan Barat Mengundurkan Diri

“Berarti guru yang lolos di daerah terpencil ini mengundurkan diri dia tidak mengalami proses itu padahal dalam UU Kepegawaian sudah ada proses itu. Jadi menurut saya guru itu mesti ditandai yang seperti itu,” jelasnya.

Ia mengatakan orang yang seperti itu tidak lulus jadi CPNS apalagi jadi guru. Dikatakannya jangan bekerja langsung mencari enaknya saja karena PNS juga dituntut untuk melaksanakan pengabdian.

“Saya menyesal juga kok terjadi seperti itu padahal ketahanan ini sudah di uji barangkali mereka tidak mengikuti ketahanan ini dan sepertinya kecolongan. Terhadap guru yang mengundurkan diri ini silahkan jangan jadi pegawai negeri,” tegasnya.

Ia meminta untuk pendaftaran tahun depan khsusunya untuk formasi guru mesti diperketat persyaratannya.

“Sebenarnya aturan ini sudah ada. Kedepan harus diperketat lagi ketahanannya kalau tidak siap untuk tugas diwilayah yang jauh jangan ikut mendaftar coret saja,”tegasnya.

Padahal dikatakannya pada saat melamar pegawai negeri sudah ada pernyataan yang diisi sebagai perjanjian, berarti dia menghianati perjanjian itu.

“Tinggal pemerintah melaksanakan aturan karena sudah jelas semua, kalau ada seperti itu kecolongan itu,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved