Masyarakat Dusun Geruguk Bersihkan Lokasi Jaringan Listrik, Berikut Penjelasan Camat Donatus Dudang
Kemarin kami sudah mendapatkan surat dari PLN Putussibau, agar memberikan tempat jalur yang akan dialirkan listrik.
"Ada beberapa desa yang listriknya dibangun menggunakan PLTMH, PLTS mau pun disel, menggunakan anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas. Namun sekarang sudah ada aturan daerah tidak boleh lagi menganggarkan pembangunan jaringan listrik," ucapnya.
Maka dari itu diharapkan, Pemerintah Pusat melalui PLN untuk lebih serius lagi memperhatikan daerah-daerah di Kapuas Hulu, yang belum teraliri oleh listrik negara atau pemerintah.
"Kami sebagai pemerintah daerah hanya bisa melakukan koordinasi dan komunikasi, selebihnya wewenang atau kebijakan pemerintah pusat," ungkapnya
Komitmen Alirkan
MESKI pandemi Covid-19 masih melanda, pada semester I tahun ini, PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat telah berhasil menyalakan listrik di 40 lokasi desa.
Dalam press rilis pada Rabu (16/12) lalu disebutkan 19 lokasi desa merupakan desa baru. Lalu 21 dusun di lokasi desa yang sebelumnya sudah berlistrik.
Sementara di bulan Oktober lalu, juga telah berhasil dinyalakan 20 desa, dengan rincian 16 lokasi desa baru dan 4 dusun di lokasi desa yang sebelumnya sudah berlistrik.
Selanjutnya akan segera menyusul untuk penyalaan 6 desa di kawasan perbatasan Badau Kapuas Hulu, dan 2 desa di perbatasan Entikong masih dalam tahap pengerjaan konstruksi.
General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo, mengatakan bahwa meski ditengah pandemi pihaknya tetap berkomitmen untuk melakukan pembangunan serta perluasan jaringan listrik di lokasi desa yang tersebar di seluruh Kalimantan Barat.
"Sepanjang tahun 2020 ini kami telah melaksanakan pembangunan jaringan listrik tegangan menengah sepanjang 439,96 kms, jaringan tegangan rendah sepanjang 277,29 kms, serta membangun 148 gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 10.870 kVA. Upaya ini kami lakukan agar semakin banyak warga desa yang dapat menikmati listrik dari PLN," ungkap Ari.
Diakuinya pula, pihaknya telah melaksanakan pembangunan dan perluasan infrastruktur kelistrikan di 68 lokasi desa. Dengan rincian 43 lokasi di desa yang belum berlistrik dan 20 lokasi merupakan perluasan jaringan listrik yang sudah ada.
"Kami berharap keberadaan listrik PLN dapat mempermudah aktivitas masyarakat desa, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di desa tersebut," imbuh Ari.