Masyarakat Dusun Geruguk Bersihkan Lokasi Jaringan Listrik, Berikut Penjelasan Camat Donatus Dudang

Kemarin kami sudah mendapatkan surat dari PLN Putussibau, agar memberikan tempat jalur yang akan dialirkan listrik.

Editor: Jamadin
TRIBUN/FILE
PLN berkomitmen mendorong pertumbuhan investasi melalui penyediaan dan peningkatan kualitas listrik di seluruh tanah air. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Aksi golput sejumlah warga Dusun Geruguk, Desa Kumang Jaya, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, pada Pilkada Kapuas Hulu 2020 kemarin dikarenakan wilayahnya belum teraliri listrik.

Mereka tidak mendatangi Tempat Pemungutan Suara pada saat Pilkada Rabu 9 Desember 2020.

Hingga kini Dusun Geruguk belum teraliri listrik, sedangkan dua dusun lainnya di Desa Kumang Jaya sudah ada listrik.

Saat ini sudah ada sedikit titik terang. Dari penjelasan Camat Empanang, wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia, Kabupaten Kapuas Hulu, Donatus Dudang menyatakan, belum lama ini masyarakat Dusun Geruguk telah melakukan pembersihan lokasi jaringan listrik dari jalan raya (simpang empat) Nanga Kantuk menuju Dusun Geruguk.

Baca juga: Karyawan XL Axiata Wakafkan Pembangkit Listrik di Pelosok Kalbar  

"Pembersihan ini dilakukan setelah Kepala Desa Kumang Jaya berkonsultasi ke PLN Rayon Putussibau. Hasilnya menganjurkan agar masyarakat setempat, untuk melakukan pembersihan lokasi yang akan dilewati jaringan listrik," ujarnya, Minggu 27 Desember 2020.

Donatus menjelaskan, sebelumnya memang sejumlah warga Dusun Geruguk Desa Kumang Jaya, melakukan aksi golput.

"Akhirnya pemerintah melalui PLN akan memasang aliran listrik ke Dusun Geruguk Desa Kumang Jaya tersebut," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Desa Kumang Jaya Kecamatan Empanang, Titus menyatakan hasil koordinasi dengan pihak PLN Putussibau, dalam waktu dekat Dusun Geruguk akan dialirkan listrik.

"Kemarin kami sudah mendapatkan surat dari PLN Putussibau, agar memberikan tempat jalur yang akan dialirkan listrik. Itu semua sudah kami bersihkan," ujarnya.

Titus berharap, Dusun Geruguk Desa Kumang Jaya segera teraliri listrik, sesuai dengan harapan dan hasil koordinasi dengan pihak PLN Putussibau belum lama ini. "Karena ini kebutuhan dasar bagi kami, sehingga harus segera terialisasi," ungkapnya.

Kejadian ini memang mendapatkan perhatian banyak pihak. Atas kejadian tersebut, sejumlah pihak mendatangi Dusun Geruguk Desa Kumang Jaya itu, untuk mengetahui kejadian sebenarnya. Termasuk pihak yang mendatangi Dusun Geruguk adalah Dandim 1206 Putussibau Letkol Inf Basyaruddin.

Dandim 1206 Putussibau mendengarkan semua keluhan masyarakat setempat alasan memilih golput. Dandim juga berjanji hasil pertemuan itu akan menyampaikan ke pihak terkait, dengan harapan supaya permintaan masyarakat Dusun Geruguk dikabulkan oleh Pemerintah.

Sebelumnya Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir juga pernah menyatakan, kalau persoalan Dusun Geruguk Desa Kumang Jaya yang belum teraliri listrik, sudah pernah dibahas dan diajukan ke pihak PLN. Dimana persoalan PLN adalah wewenang dari Pemerintah Pusat dan bukan pemerintah daerah.

"Tentunya kami sebagai kepala daerah sangat terus berharap, agar menjadi perhatian pemerintah pusat, karena memang saat ini Pemda tidak bisa menganggarkan pembangunan jaringan listrik karena terbentur regulasi," ujarnya, Minggu 27 Desember 2020.

Baca juga: 63 Ribu Lebih UMKM dan IKM Manfaatkan Diskon Tambah Daya Listrik Program Super Merdeka

Bupati dua periode ini menjelaskan, sebelum adanya regulasi yang mengatur pemerintah daerah tak boleh menganggarkan untuk listrik, kalau pihaknya sudah terus berupaya mengatasi soal listrik di sejumlah Kabupaten Kapuas Hulu.

"Ada beberapa desa yang listriknya dibangun menggunakan PLTMH, PLTS mau pun disel, menggunakan anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas. Namun sekarang sudah ada aturan daerah tidak boleh lagi menganggarkan pembangunan jaringan listrik," ucapnya.

Maka dari itu diharapkan, Pemerintah Pusat melalui PLN untuk lebih serius lagi memperhatikan daerah-daerah di Kapuas Hulu, yang belum teraliri oleh listrik negara atau pemerintah.

"Kami sebagai pemerintah daerah hanya bisa melakukan koordinasi dan komunikasi, selebihnya wewenang atau kebijakan pemerintah pusat," ungkapnya

Komitmen Alirkan

MESKI pandemi Covid-19 masih melanda, pada semester I tahun ini, PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat telah berhasil menyalakan listrik di 40 lokasi desa.

Dalam press rilis pada Rabu (16/12) lalu disebutkan 19 lokasi desa merupakan desa baru. Lalu 21 dusun di lokasi desa yang sebelumnya sudah berlistrik.

Sementara di bulan Oktober lalu, juga telah berhasil dinyalakan 20 desa, dengan rincian 16 lokasi desa baru dan 4 dusun di lokasi desa yang sebelumnya sudah berlistrik.

Selanjutnya akan segera menyusul untuk penyalaan 6 desa di kawasan perbatasan Badau Kapuas Hulu, dan 2 desa di perbatasan Entikong masih dalam tahap pengerjaan konstruksi.

General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo, mengatakan bahwa meski ditengah pandemi pihaknya tetap berkomitmen untuk melakukan pembangunan serta perluasan jaringan listrik di lokasi desa yang tersebar di seluruh Kalimantan Barat.

"Sepanjang tahun 2020 ini kami telah melaksanakan pembangunan jaringan listrik tegangan menengah sepanjang 439,96 kms, jaringan tegangan rendah sepanjang 277,29 kms, serta membangun 148 gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 10.870 kVA. Upaya ini kami lakukan agar semakin banyak warga desa yang dapat menikmati listrik dari PLN," ungkap Ari.

Diakuinya pula, pihaknya telah melaksanakan pembangunan dan perluasan infrastruktur kelistrikan di 68 lokasi desa. Dengan rincian 43 lokasi di desa yang belum berlistrik dan 20 lokasi merupakan perluasan jaringan listrik yang sudah ada.

"Kami berharap keberadaan listrik PLN dapat mempermudah aktivitas masyarakat desa, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di desa tersebut," imbuh Ari.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved