Breaking News:

Tak Pakai Standar Kemenhub, Masuk Kalbar Tetap Harus Negatif Corona Berdasarkan Hasil Swab PCR

Selain itu juga penggunaan rapid test antigen tidak direkomendasikan penggunaan pada orang yang asimtomatik atau tanpa gejala.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Kadiskes Kalbar Harisson saat mempraktekan pengobatan tradisional penggunaaan Minyak Kayu Putih dicampur air panas yang sering dilakukan Gubernur Kalbar, Selasa 27 Oktober 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson menegaskan, setiap orang yang masuk Kalbar melalui Bandara Supadio harus negatif corona berdasarkan tes swab PCR.

Syarat ini tetap dipakai Satgas Penanggulangan Covid-19 Kalbar, meski sebelumnya Kemenhub melayangkan surat agar hasil tes yang dipakai adalah rapid test Antigen.

“Satgas Kalbar tetap memakai syarat hasil laboratorium PCR negatif, baru boleh masuk ke wilayah Kalbar,” tegas Harisson kepada Tribun Pontianak, Minggu 27 Desember 2020.

Harisson menyampaikan, bahwa rapid test tidak direkomendasikan untuk skrining di pintu masuk Bandara.

Hal tersebut juga disampaikan Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PakKlin) 8 Desember 2020 lalu.

Selain itu juga penggunaan rapid test antigen tidak direkomendasikan penggunaan pada orang yang asimtomatik atau tanpa gejala.

Baca juga: Harisson Tegaskan Keputusan Satgas Kalbar Terapkan Wajib PCR Masuk Kalbar Sudah Tepat

Hal ini juga sesuai dengan interim guidance WHO pada 11 September 2020, dimana penggunaan di Airport dan penggunaan pada orang asimtomatik tidak direkomendasikan.

“Jadi apa yang dilakukan oleh SATGAS Penanganan COVID-19 Kalbar itu sudah sesuai berbasis bukti dan keilmuan (evidence based),” tegas Harisson, Minggu 27 Desember 2020.

Jadi Kalbar tidak ingin mendown grade atau menurunkan standar skrining atau pemeriksaan terhadap orang yang diduga positif covid.

“Satgas Kalbar tetap memakai syarat hasil laboratorium PCR negatif, baru boleh masuk ke wilayah Kalbar,” tegasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved