Pilkada Kalbar 2020
Target Nasional 77,5 Persen Pilkada 2020 Tak Tercapai, Ramdan Klaim Partisipasi Pemilih Meningkat
ini tentu tidak lepas dari dukungan semua pihak karena penyelenggaraan pilkada kerjasama bukan hanya KPU
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Meskipun partisipasi pemilih tahun 2020 mengalami peningkatan dari pelaksnaan Pilkada tahun 2015 lau, namun target partisipasi pemilih KPU RI belum tercapai.
Ha itu disampaikan langsung Ketua KPU Provinsi Kalbar, Ramdan. Namun, secara umum partisipasi pemilih meningkat dibanding pada Pilkada 2015.
"Meskipun memang target nasional 77,5 persen pada pilkada kali ini tidak tercapai, tetapi ada kenaikan partisipasi dibanding Pilkada 2015," kata Ramdan, Kamis 17 Desember 2020.
"Jika diakumulasi, total pada pilkada 2015 untuk tujuh Kabupaten 70,30 persen. Sekarang jika kita total 2020 di tujuh kabupaten ada 74,4 persen. Artinya ada kenaikan 4,1 persen," tambah Ramdan.
Lebih spesifik, Ramdan pun menerangkan jika melihat partisipasi pemilih pada Pilkada 2015, untuk 2020 ada kenaikan signifikan di beberapa kabupaten, di antaranya Kabupaten Bengkayang, Sambas, dan Ketapang.
Baca juga: Fransiskus Diaan-Wahyudi Hidayat Ditetapkan Sebagai Pemenang Pilkada Kapuas Hulu
Seperti Bengkayang, terang dia, pada Pilkada 2015 terdapat 64,59 persen dan sekarang menjadi 69,5 persen, Sambas dari 59,36 persen sekarang 66,9 persen, Sintang dari 75,42 persen menjadi 82,9 persen.
Sementara Melawi dari 84,36 persen menjadi (85,9, dibulatkan) 86 persen. Kapuas Hulu 77,46 sekarang menjadi 82,2 persen. Ketapang dari 55,78 sekarang menjadi 70,3 persen, dan hanya Sekadau yang turun pada 2020 ini dari 75,16 persen menjadi 74,6 persen.
"Memang dari tujuh, ada empat daerah yang partisipasinya tidak mencapai target nasional 77,5 persen yakni Bengkayang, Sambas, Ketapang dan Sekadau," terang Ramdan.
Walaupun demikian, Ramdan tetap mengapresiasi kinerja dari seluruh jajaran KPU di kabupaten.
"Kita sangat mengapresiasi teman-teman penyelenggara yang sudah maksimal dalam melaksanakan tahapan, ini tentu tidak lepas dari dukungan semua pihak karena penyelenggaraan pilkada kerjasama bukan hanya KPU," tuturnya.
Termasuk, kata Ramdan, seluruh stake holder yang terlibat dan masyarakat yang menyalurkan hak pilihnya.
"Ada dukungan dari Bawaslu, pemerintah, TNI, Polri, semua pihak seluruh stakeholder, calon dan masyarakat termasuk media yang berperan aktif mengedukasi dan mempublikasi ke masyarakat," pungkasnya.
Lebihi Target
Sementara itu, KPU Kabupaten Melawi berhasil melebihi target nasional untuk tingkat partisipasi masyarakat. Bahkan, capaian untuk partisipasi masyarakat dalam pemilihan ini juga melibihi target yang dirumuskan sendiri oleh KPU Melawi yakni sebesar 85 persen.
"Ucapan terimakasih kepada semua komponen seluruh masyarakat kabupaten Melawi tanpa terkecuali kami dari KPU Melawi kepada para pihak- terkait yang telah mendukung hingga pencapaian partisipasi masyarakat atau pemilih melampaui target KPU RI targetkan secara nasional pilkada dalam masa pandemi bencana non alam Covid 19 yakni 77,5 persen," kata Ketua KPU Melawi, Dedi Suparjo.
Baca juga: UPDATE Hasil Hitung Cepat Pilkada Melawi 2020 Minggu 13 Desember 2020 Login pilkada2020.kpu.go.id
"Partisipasi masyarakat di Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Melawi Alhamdulillah, puji tuhan dapat melampaui target yang KPU RI berikan yakni mencapai 85,97 persen," tambahnya.
Dedi pun menghaturkan rasa terima kasihnya kepada seluruh badan adhoc penyelenggara pemilihan semuanya dari semua tingkatan mulai dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kecamatan, Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Desa, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) serta Petugas Ketertiban TPS di 556 TPS se-Kabupaten Melawi atas kerja kerja keras, kerja ikhlas dan luar biasa sebagai insan pahlawan demokrasi dalam melayani pemilih untuk memberikan hak suaranya di TPS dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
Termasuk juga, lanjut Dedi, para stakeholder terkait pemkab Melawi, Bawaslu Melawi dan jajarannya yang telah melakukan pengawasan melekat terhadap semua proses tahapan pilkada, para pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Melawi beserta Tim Kampanye Paslon yang juga sudah tertib Menjalankan semua tahapan Pilkada.
"Yang tidak kalah pentingnya para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda atas dukungannya, para pihak keamanan TNI dan Polri yang telah banyak membantu menjaga kondusifitas keamanan daerah selama tahapan pilkada sampai pada tahapan rekap tingkat kabupaten selesai," katanya.
"Rekan-rekan insan pers media massa cetak maupun elektronik serta online yang juga sudah banyak membantu kami dipenyelenggara dalam mensosialisasikan semua tahapan pilkada kepada masyarakat secara luas warga Melawi," tambah Dedi.
Peran Semua Pihak
Apresiasi untuk semua pihak kan semua berperan, Penyelenggara, peserta pemilihan, pemilih, media massa dan pemerintah daerah serta semua pihak yang terlibat, juga tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Ada beberapa faktor yang berperan dalam mewujudkan partisipasi pemilih untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara.
Faktor yang sangat penting dan berkepentingan terhadap partisipasi pemilih untuk datang ke TPS pada hari pemungutan suara adalah peserta pemilihan yaitu pasangan calon beserta partai politik pengusung
Karena pasangan calon memerlukan dukungan pemilih untuk memilih mereka pada lembar surat suara.
Sehingga semakin banyak pemilih atau pendukungnya yang datang ke TPS maka peluang keterpilihan paslon juga semakin besar.
Adapun peran partai politik dalam meningkatkan partisipasi pemilih adalah antara lain dengan bagaimana parpol menyajikan sosok pasangan calon yang mampu menjadi pemimpin didaerah sehingga akan menjadi ketertarikan pemilih untuk memilih paslon tersebut pada hari pemungutan suara.
Selain itu ada peran pemerintah daerah untuk juga terlibat membangun kesadaran pemilih untuk menggunakan hak pilihnya, dalam hal ini pemerintah daerah tetap harus menyampaikan informasi secara netral dan bersifat edukatif.
Demikian juga media massa berperan penting dalam menyampaikan pemberitaan dan informasi terkait pelaksanaan pemilihan.
Jadi banyak pihak yang terlibat dalam meningkatkan partisipasi pemilih. Adapun peran penyelenggara pemilihan adalah bagaimana memastikan semua yang berhak memelih terdaftar dalam daftar pemilih, menyampaikan sosialisasi tentang pemilihan.
Termasuk menyampaikan atau memfasilitasi informasi terkait visi, misi dan program pasangan calon untuk diketahui oleh pemilih, termasuk ketika pemilihan dimasa pandemi covid-19 penyelenggara harus meyakinkan pemilih adanya jaminan bahwa pemungutan suara akan dilakukan secara aman dan sehat. Jadi dengan demikian banyak pihak yang terlibat dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih.