Breaking News:

Pilkada 2020

Anwari: Ini Kemenangan Masyarakat Sambas

Dengan memperoleh suara 85.830, maka menjadikan pasangan Satono-Fahrurrofi ini sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sambas Priode 2021-2024.

Penulis: M Wawan Gunawan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Wawan
Ketua Tim Koalisi Sambas Berkemajuan, Anwari.  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Ketua Tim Koalisi pasangan Satono-Fahrurrofi, Anwari, S.Sos., M.Ap mengatakan kemenangan pasangan calon yang diusung Gerindra dan PAN ini adalah kemenangan masyarakat Sambas.

Kata dia, dengan memperoleh suara 85.830, maka menjadikan pasangan Satono-Fahrurrofi ini sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sambas Priode 2021-2024.

"Pada dasarnya kemenangan pasangan Satono-Fahrurrofi ini adalah kemenangan masyarakat Kabupaten Sambas. Karena sebagian besar masyarakat Sambas memilih mereka," ujarnya, Kamis 17 Desember 2020, di kantor DPRD Kabupaten Sambas.

Namun demikian, Anwari yang juga Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Kabupaten Sambas itu meminta kepada para pendukung dalam menyambut kemenangan ini untuk tidak terlalu bereuforia.

Baca juga: KPU Tetapkan Satono - Fahrurrofi Raih Suara Terbanyak Pilkada Sambas

Lebih dari itu kata dia, dirinya mengajak untuk tetap bersama-sama mengawal dan mengisi kemenangan pasangan Sambas Berkemajuan itu dengan pembangunan dan program-program pro rakyat.

"Akan tetapi kita harus sama-sama mengisi kemenangan ini dengan pembangunan dan mengawal apa yang menjadi program dan janji saat kampanye, untuk mencapai visi misi Sambas Berkemajuan," katanya.

Setelah tahapan ini kata dia, mereka masih akan terus melihat kemungkinan-kemungkinan kedepan.

Kata dia, dengan selisih kurang lebih 13 ribu suara, maka kecil kemungkinannya akan sampai ke meja Mahkamah Konstitusi.

"Kalau kita lihat kemungkinannya kecil, karena untuk sampai ke MK harus ada persyaratan khusus sebagaimana yang diatur. Kalau tidak salah dengan jumlah penduduk 600 ribu, maka minimal selisihnya 1 persen," jelasnya.

"Dan kalau kita lihat selisih suara dengan pasangan Hero-Rubaeti sekitar 13 ribuan. Jadi saya rasa tidak ada celah untuk sampai ke Mahkamah Konstitusi," tutupnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved