Pilkada 2020
Calon Kepala Daerah Terkaya Termiskin Pilkada 2020 | Menangkah ? Cek Hasil Hitung Cepat Pilkada 2020
Sosok berlatar belakang swasta tersebut tercatat memiliki aset terbesar berupa 19 bidang tanah dan bangunan senilai total Rp 293.600.695.000.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 digelar hari ini Rabu 9 Desember 2020.
Hari pemungutan suara Pilkada, Rabu 9 Desember 2020 juga telah ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai hari libur nasional.
Pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 hari ini diselenggarakan di 9 provinsi, 37 kota, dan 224 kabupaten.
KPU mencatat, dari 270 daerah yang menyelenggarakan Pilkada, ada 25 kabupaten/kota yang hanya terdapat 1 calon (calon tunggal).
Sebanyak 715 pasangan calon kepala daerah, baik provinsi, kota dan kabupaten siap meramaikan Pilkada 2020 di 270 daerah.
Baca juga: CEK HASIL Quick Count Pilkada 2020 Login pilkada2020.kpu.go.id Hasil Hitung Cepat Pilgub 9 Provinsi
Dari semua calon kepala daerah yang bertarung, lantas siapakah calon terkaya dan termiskin?
Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) membeberkan daftar 10 calon kepala daerah paling kaya yang bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.
Daftar tersebut dirilis berdasarkan analisis KPK terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para calon kepala daerah sebagai satu di antara syarat mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada).
Calon kepala daerah dengan kekayaan tertinggi adalah calon wakil gubernur Kalimantan Selatan Muhidin yang memiliki harta sebesar Rp 674.227.888.866.
Sosok berlatar belakang swasta tersebut tercatat memiliki aset terbesar berupa 19 bidang tanah dan bangunan senilai total Rp 293.600.695.000.
Sementara itu, berdasarkan LHKPN itu, calon kepala daerah termiskin adalah calon Wakil Bupati di Sumatera Utara yaitu Kabupaten Sijunjung, Indra Gunalan.
Pasalnya, Indra Gunalan punya harta kekayaan minus Rp 3.550.090.050.
"Yang paling miskin itu hartanya minus Rp 3,5 miliar dengan utang juga ada di dalam situ," kata Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan, Jumat 4 Desember 2020, dikutip dari Kompas.com.
"Kita enggak ngerti sama sekali, nanti kalau dia terpilih kita pasti klarifikasi, bagaimana bisa sih minus begitu?" sambungnya.
Bila dilihat dari LHKPN-nya, Indra tercatat memiliki utang sebesar Rp 7,9 miliar, lebih besar dari harta kekayannya yang sebesar Rp 4.349.909.950.