Peringati Hari Disabilitas Internasional, Disabilitas Bukan untuk Disembunyikan
Menurutnya pemerintah harus ikut ambil bagian menuntaskan permasalahan ini. Besar harapannya kelak di khususnya di Pontianak, akan ada Sekolah Luar Bi
Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Memperingati Hari Disabilitas Internasional yang tepat di tanggal 3 Desember 2020, Triponcast (Tribun Pontianak Official Podcast) menghadirkan narasumber untuk membahas "Disabilitas Bukan Untuk Disembunyikan".
Hadir Ketua DPD Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalbar, Zamhari Abdul Hakim, Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam IAIN Pontianak, Dr. Fachrurazi, MM, dan Aktivis Penyandang Disabilitas, Kompol Jovan Reagan Sumual SH, S.I.K, MH.
Dalam podcast yang berlangsung satu jam tersebut, Zamhari menyebutkan jika satu di antara tantangan yang dihadapi oleh penyandang Disabilitas ialah masalah pendidikan.
Menurutnya pemerintah harus ikut ambil bagian menuntaskan permasalahan ini. Besar harapannya kelak di khususnya di Pontianak, akan ada Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri, sehingga para penyandang Disabilitas bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengeyam pendidikan seperti teman-teman yang lainnya.
"Untuk non disabilitas saja bisa bersekolah di sekolahan yang tidak berbayar. Tetapi kalau disabilitas, SLB berbayar. SLB semakin tahun semakin naik dia punya spp. Ada kasus dimana anak di skors karena orang tuanya tidak mampu," ungkapnya, Rabu 2 Desember 2020.
Selain itu, ia menceritakan jika kurangnya fasilitas maupun akses untuk penyandang Disabilitas, terutama di instansi layanan publik. Pengalaman naik turun tangga pernah ia rasakan ketika mengurus administrasi di instansi pemerintahan
"Jika ada fasilitas, kita yang menggunakan kursi roda bisa enak, sedangkan di kantor DPR tidak ada akses untuk disabilitas. Padahal sebenarnya di Kantor DPR itu wajib karena perwakilan rakyat. Itu yang saya tekankan masalah akses, seperti di Disduk Capil juga kan sebenarnya untuk penyandang Disabilitas bisa dipermudah," tuturnya.
Baca juga: Wirausaha Disabilitas Ruang Samahita Apresiasi QRIS Bank Indonesia
Ia berharap agar Perda terkait Disabilitas yang telah ada dapat dilaksanakan.
Kompol Jovan yang merupakan aktivis penyandang Disabilitas yang kerap kali turun ke lapangan menyebutkan jika permasalahan yang dirasakan oleh teman-teman Disabilitas ini bervariasi.
"Maksudnya setiap satu penyandang pasti memiliki tantangan tersendiri. Baik itu mungkin administrasi kependudukan, akses dalam artian mau berangkatnya menggunakan apa, dan hal teknis lainnya," imbuhnya.
Yang juga tak luput dari perhatiannya ialah kehidupan sehari-hari dan masalah biaya teman-teman penyandang Disabilitas.
Ia berharap agar kita dapat lebih peka untuk dapat membatu teman-teman Disabilitas, karena tidak semua teman-teman Disabilitas mau membuka dirinya kepada orang lain.
"Saudara-saudara kita penyandang inikan memang mereka kadang defense, yang mau tidak mau kita ini sabar sama mereka. Yang kedua kalau memang belum bisa masuk ke mereka secara pribadi, kita gunakan saudara kita penyandang yang lain, bisa dijadikan Agentnyalah untuk masuk ke saudara penyandang, atau setidaknya merayu keluarganya biar saudara kita ini dibawa keluar, dan agar dapat diketahui kebutuhannya apa," tambahnya.
Disamping itu, Dr. Fachrurazi selaku Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam IAIN Pontianak, menyampaikan jika Fakultas nya terbuka dengan sangat lebar untuk menyambut teman-teman Disabilitas untuk mengenyam bangku perkuliahan.
Pihaknya juga akan mempersiapkan sarana dan prasarana termasuk beasiswa yang dapat diberikan kepada penyandang Disabilitas yang menjadi mahasiswanya.