Panduan Terbaru Pemakaian Masker dari WHO untuk Putus Penyebaran Virus Corona

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperketat pedoman pemakaian masker untuk mencegah penyebaran virus corona baru.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Personel Dit Lantas Polda Kalbar menggelar pengaturan dan pembagian masker kepada masyarakat di Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (13/9/2020) pagi. Dengan adanya pemberian masker dalam rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke 65 bentuk kepedulian Polri tentang situasi dan kondisi di tengah Pandemi Covid 19 dan membantu untuk kelancaraan masyarakat melaksanakan aktivitas. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperketat pedoman pemakaian masker untuk mencegah penyebaran virus corona baru.

Panduan anyar ini mereka rilis Rabu (2/12).

Dalam pedoman baru, orang-orang yang tinggal di daerah penyebaran virus corona harus selalu memakai masker di toko, tempat kerja, dan sekolah yang ventilasinya kurang baik.

Jika tidak bisa menjaga jarak fisik setidaknya 1 meter, orang-orang di tempat-tempat tersebut, termasuk anak-anak dan siswa berusia 12 atau lebih, wajib mengenakan masker meskipun ruangannya berventilasi baik.

"Mereka juga harus memakai masker di luar ruangan jika tidak bisa menjaga jarak fisik," kata WHO dalam pedoman barunya seperti dikutip Reuters.

Baca juga: Tim Gabungan Jaring Sejumlah Pengendara Saat Razia Masker di Singkawang

Baca juga: PT Pertamina Integrated Terminal Pontianak Bantu Pengrajin di Kampung Tenun Buat Inovasi Masker

Baca juga: Koramil 1201-08/Mandor Bagikan Masker Kepada Pengendara

Juru bicara WHO Margaret Harris mengatakan, rekomendasi tersebut adalah di antara perubahan terbesar pada panduan organisasi yang bermarkas di Jenewa, Swiss, itu tentang pemakaian masker.

"Jika di dalam ruangan, kecuali jika ventilasi memadai, WHO menyarankan masyarakat umum harus memakai masker non-medis, terlepas dari apakah bisa menjaga jarak fisik minimal 1 meter," sebut WHO.

WHO juga menyarankan "universal masking" alias semua orang wajib memakai masker di semua fasilitas perawatan kesehatan, termasuk di area umum seperti kafetaria.

Petugas kesehatan bisa mengenakan masker N95 jika tersedia saat merawat pasien Covid-19.

Tetapi, menurut WHO, satu-satunya perlindungan yang terbukti adalah ketika mereka melakukan aerosol-generating procedures.

(*)

Artikel ini sebagian telah tayang di Kontan.co.id dengan judul WHO perketat pedoman pemakaian masker, ini panduan barunya

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved