Breaking News:

Pilkada Sintang

Debat Publik Pilkada Sintang, Jarot - Sudiyanto : Hukum Berat Pengedar Narkoba

Sementara, generasi muda saat ini punya karakteristik dasar yang harus dijaga sejak dini, dimulai dari lingkungan keluarga.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA/ Dok KPU
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sintang, Jarot Winarno-Sudiyanto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG — Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sintang, Jarot Winarno-Sudiyanto mengemukakan pendapat untuk menghukum berat terhadap pengedar Narkoba, sebagai upaya penindakan terhadap Inpres tentang P4GN.

Jarot mengibaratkan, jika terpapar corona, virusnya bisa disembuhkan dalam rentang waktu 14 hari.

Namun jika sudah terjerumus dengan peredaran gelap narkoba, dampaknya bisa seumur hidup.

“Dampaknya seumur hidup, membunuh masa depan.

Yang salah siapa, pengedar Narkoba.

Maka hukum seberat-beratnya pengedar Narkoba.

Untuk memberikan efek jera terhadap pengedar narkoba,” kata Jarot menjawab pertanyaan yang yang diajukan dalam debat public, Selasa 1 Desember 2020. 

Pasangan nomor urut 1 ini mendapat pertanyaan mengenai peredaran gelap Narkoba yang masih tinggi di Kabupaten Sintang.

Pada tahun 2020 saja, sudah ada 32 kasus peredaran dan penyalahgunaan Narkoba yang diungkap Polres Sintang.

Baca juga: KPU Sintang Ajak Masyarakat Saksikan Debat Publik Paslon Bupati dan Wakil Bupati Melalui Siaran Ini

Menurut Jarot, inpres tentang P4GN lebih mengutamakan tentang pencegahan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved