Breaking News:

PSP2dP UPB Pontianak Gelar Sekolah Cuaca Lapangan Bagi Nelayan Sungai Kakap Kubu Raya

Kegiatan ini bekerja sama dengan BMKG Stasiun Maritim Pontianak, DPD HNSI Kalimantan Barat dan DPC HNSI Kubu Raya.

Editor: Zulkifli
Tribun Pontianak / Istimewa
Pusat Studi Pesisir, Pedesaan dan Perbatasan (PSP2dP) Universitas Panca Bhakti yang diketuai oleh Dr.Ir. Sigit Sugiardi, MP telah mengadakan Sekolah Cuaca Lapangan Bagi Nelayan pada hari Senin 23 November 2020 di Dermaga Pelabuhan Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. 

DR Ir Sigit Sugiardi, MP

Ketua Pusat Studi Pedesaan, Pesisir dan Perbatasan (PSP2dP) UPB Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Wilayah pesisir merupakan wilayah pertemuan antara daratan dan laut yang rentan terhadap peruahan cuaca ekstrim yang diakibatkan oleh perubahan iklim.

Satu di antara dampak dari perubahan iklim global adalah terjadinya fenomena El- Nino (meningkatnya suhu samudera pasifik) dan La Nina (menurunnya suhu samudera pasifik) yang mempengaruhi samudera-samudera di seluruh dunia.

Terjadinya fenomena tersebut mengakibatkan suhu permukaan air laut berubah, sehingga mempengaruhi pola kehidupan di wilayah pesisir dan lautan.

Pemukiman di wilayah pesisir kerap mengalami banjir rob karena peningkatan volume air hujan dan masukanya air laut  di saat musim penghujan.

Pada saat musim kemarau kerap sekali wilayah pesisir Kalimantan Barat mengalami instrusi air laut hingga daratan dan dapat menyebabkan kritis air bersih di wilayah pesisir.

Pusat Studi Pesisir, Pedesaan dan Perbatasan (PSP2dP) Universitas Panca Bhakti yang diketuai oleh Dr.Ir. Sigit Sugiardi, MP telah mengadakan  Sekolah Cuaca Lapangan Bagi Nelayan pada hari Senin 23 November 2020 di Dermaga Pelabuhan Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.
Pusat Studi Pesisir, Pedesaan dan Perbatasan (PSP2dP) Universitas Panca Bhakti yang diketuai oleh Dr.Ir. Sigit Sugiardi, MP telah mengadakan Sekolah Cuaca Lapangan Bagi Nelayan pada hari Senin 23 November 2020 di Dermaga Pelabuhan Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. (Tribun Pontianak / Istimewa)

Baca juga: PROFIL Singkat Sigit Sugiardi, Pembantu Rektor 3 Universitas Panca Bhakti Pontianak

Ancaman dampak perubahan iklim kini semakin nyata dirasakan nelayan dan masyarakat pesisir yang ada di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.

Ditandai berbagai bencana alam dan cuaca ekstrim seperti angin kencang, gelombang tinggi, curah hujan di atas rata-rata.Pusat

Pengetahuan informasi cuaca oleh nelayan pada umumnya diperoleh secara turun menurun dari keluarga atau lingkungan tempat tinggalnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved