Wakil Bupati Konsen Antisipasi Bencana Alam di Mempawah
Wakil Bupati Mempawah ini berharap melalui langkah antisipasi ini, adapun terkait kerugian yang terlanjur ditimbulkan, sebisa mungkin dapat segera dim
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kabupaten Mempawah merupakan satu diantara daerah di Provinsi Kalimantan Barat yang berpotensi terkena bencana alam. Ketua Tim Penanggulangan Bencana Kabupaten Mempawah, Muhammad Pagi mengaku pihaknya sangat concern melakukan langkah-langkah antisipatif dalam melakukan mitigasi.
"Kemarin itu kami sudah rapat koordinasi yang difasilitasi Pak Kapolres Mempawah kami minta semua peralatan diturunkan. kita himbau juga bagi seluruh perusahaan-perusahaan yang memiliki armada siaga, diikutsertakan," ujarnya.
Wakil Bupati Mempawah ini berharap melalui langkah antisipasi ini, adapun terkait kerugian yang terlanjur ditimbulkan, sebisa mungkin dapat segera diminimalisir. Dimana ia mengatakan sejumlah Kecamatan di Mempawah berpotensi sebagai Kawasan Rawan Bencana (KRB), baik berupa banjir, kebakaran, tanah longsor maupun puting beliung.
Baca juga: Pusdiklat Anggar Mempawah Tetap Gelar Latihan dengan Penerapan Protokol Kesehatan
"Dalam waktu dekat kami juga akan rapat evaluasi terkait dampak bencana ini, kami akan bahas apa-apa yang kita mesti dilakukan, termasuk apa kekurangannya, apa kendalanya selama ini. Kita akan lakukan persiapan-persiapan itu kedepan," katanya.
Ia juga mengatakan bahwa pemerintahannya memiliki program jangka menengah-panjang, dimana pihaknya kini juga tengah mengupayakan pembangunan kanal air yang terhubung langsung ke laut,
"Sekarang sudah ada beberapa perusahaan yang melakukan normalisasi, seperti PT Mas dan lainnya. Nah, untuk di wilayah Desa Pasir kecamatan Mempawah Hilir. Saya sudah langsung melakukan monitor lapangan, dan Alhamdulillah mungkin dalam sebulan dua bulan ini ada sekitar tiga empat yang akan dinormalisasi sampai ke laut," ungkapnya.
Ia mengaku berkomitmen dan serius, bagaimana banjir ini semakin tahun dapat semakin menurun.
"Karena ini masalah tahunan kita komitmen bagaimana agar bisa tertanggulangi, minimal bisa dikurangi," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/muhammad-pagi-menghadiri-peringatan-hari-santri-nasional.jpg)