Breaking News:

Sosok Briptu Arbi, Anggota Polres Singkawang yang Berhasil Ikuti Pelatihan Cyber Security di AS

Hebatnya, dua dari delapan sertifikat yang dia kantongi, merupakan hasil pelatihan dari Amerika, yaitu Certified Security Specialist

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Briptu Arbi Aravis, S.H , CEH, CHFI, CSA. (kanan) saat menerima sertifikat saat pelatihan di Amerika berberapa waktu lalu 

Laporan wartawan Tribun Pontianak Rizki Kurnia

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Adalah Briptu Arbi Aravis, S.H , CEH, CHFI, CSA, pria berusia 26 tahun ini merupakan seorang anggota Kepolisian Polres Singkawang yang berhasil lolos seleksi pelatihan internasional hingga dapat belajar di Amerika.

Kiprah Briptu Arbi yang menjabat sebagai BA Unit Tipidter Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Singkawang ini menambah catatan anggota Kepolisian berprestasi, terutama dijajaran Polres Singkawang.

Sedikitnya delapan sertifikat telah berhasil dia kantongi, menyatakan dirinya pantas menyelesaikan tahapan-tahapan pelatihan.

Hebatnya, dua dari delapan sertifikat yang dia kantongi, merupakan hasil pelatihan di Amerika, yaitu Certified Security Specialist dan Certified Security Analyst.

Demi bisa ikut serta dalam pelatihan di luar Negeri ini, Arbi harus melewati sedikitnya tiga tahapan seleksi ketat.

Dua tahapan pertama, dilaksanakan di Bogor Jawa Barat, mengharuskannya menjadi bagian dari 30 orang Anggota Kepolisian yang terpilih mewakili Indonesia dari total 1.000 peserta lain di lingkungan Polri yang ikut dalam seleksi ini.

Baca juga: Selama Oktober, Satresnarkoba Polres Singkawang Jerat 11 Tersangka Pengedar Narkoba

Arbi  kemudian mengikuti pelatihan, yang mana pelatihan ini mengajarkan seputar Cyber Security, atau keamanan komputer serta jaringannya.

Bukan tanpa alasan, Arbi mengatakan sebelum menjadi Anggota Kepolisian, dia memang hobi bermain di Warnet, menjadikannya lebih menyukai dunia teknologi informasi atau IT, hingga ia mantap untuk mengikuti pelatihan ini.  

"Untuk pelatihan di Amerika, kami menganalisi Cyber Security atau keamanan, dari barang bukti suatu tindak pidana, kemudian kami analisa darimana masuknya serangan cyber, apasaja bukti dari serangan cyber itu, lalu kami amankan dan bagaimana cara memulihkan kembali," jelas Arbi kepada wartawan Tribunpontianak.co.id, Kamis 12 November 2020.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved