Dinas Koperasi dan UKM Dorong Koperasi di Kalbar Terapkan Metode Spin Off

Pemekaran atau pembagian (spin off) kelembagaan bisa menjadi salah satu solusi untuk membangun bisnis jaringan koperasi yang kuat.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Foto saat Kadis Koperasi dan UKM menghadiri acara Edukasi Spin Off kepada para Koperasi di Hotel Maestro beberapa waktu lalu. -- 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong agar koperasi di Kalbar melakukan Spin Off dengan cara memberikan edukasi membangun koperasi melalui metode pembagian (spin off) tahun 2020.

Pengembangan koperasi melalui upaya spin off ini sangat penting juga untuk memperbaiki citra koperasi yang selama ini hanya identik dengan usaha simpan pinjam.

Pemekaran atau pembagian (spin off) kelembagaan bisa menjadi salah satu solusi untuk membangun bisnis jaringan koperasi yang kuat.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalbar, Ansfridus J Andjioe mengatakan Koperasi dinilai perlu melakukan praktik spin off atau pemisahan usaha secara parsial sebagai upaya untuk mendorong konglomerasi sosial melalui wadah koperasi.

Kalbar sendiri menjadi Daerah dengan jumlah koperasi simpan pinjam atau yang juga lazim disebut koperasi kredit, terbesar dan terbanyak di Indonesia. 

Baca juga: Eform BRI Co Id Pakai NIK KTP Cek Penerima BLT Banpres UMKM Rp 2,4 Juta Dana Bantuan Pengusaha Mikro

Program spin off koperasi yang dikembangkan oleh Pusat Koperasi Khatulistiwa, Kalimantan Barat ini juga sudah dimulai sejak empat tahun lalu. 

Dalam tatanan kehidupan ekonomi, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah mempunyai peranan penting dalam upaya mengentaskan kemiskinan.

“Koperasi dan UKM akan memberikan kesempatan  berusaha dan kesempatan kerja sebagai perwujudan dari program Pemberdayaan Ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Pembagian atau pemekaran kelembagaan Koperasi(Spin Off)  dirasakan perlu karna merupakan wujud dari disversifikasi usaha. 

“Salah satu dampak positif dari koperasi yang melakukan "Spin Off " adalah terciptanya lapangan kerja baru bagi masyarakat,”ujarnya.

Selanjutnya keterbukaan lapangan kerja baru akan menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan serta terbukanya akses pasar bagi komoditas lokal.

Selain itu, Diskop dan UKM juga telah melakukan terobosan untuk permudah izin untuk membuka Koperasi.

Dikatakannya seperti dulu apabila ingin mendirikan kantor cabang itu mesti ada kepala cabang yang sudah lulus uji sertifikasi.

Kalau sekarang sudah diubah karena itu ternyata berbau bisnis.

“Jadi sekarang tidak  harus lulus uji sertifikasi yang lembaga mandiri maupun swasta ,tetapi bisa dari pelatihan-pelatihan internal yang dilakukan oleh koperasi itu sendiri ,” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved