Jagoan Lokal

Kisah Inspiratif Bujang Kurir Tetap Eksis di Tengah Pandemi, Adek Pesan Abang Antar

Kendati demikian, seiring perkembangan waktu dan munculnya kompetitor nasional. Bujang Kurir pun menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA/ Dok pribadi @Bujang Kurir
Layanan aplikasi Bujang Kurir Pontianak. 

Banyak hal yang telah di lalui startup ini, Riszky pun menuturkan Bujang Kurir sempat berada pada posisi down, saat kompetitor nasional hadir di Pontianak.

Sehingga dirinya mengakui kesulian dalam hal operasional.

Dibalik itu semua, Riszky sangat bersyukur memiliki tim dan karyawan yang hebat, sehingga Bujang Kurir mampu melewati masa sulit tersebut.

Pihaknya pun terus memperluas pasar dan menghadirkan berbagai inovasi guna memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Akan tetapi berbanding terbalik saat pandemi Covid-19, Bujang Kurir ternyata mampu bertahan bahkan mendapatkan keuntungan, dengan orderan meningkat 2 kali lipat.

Berkolaborasi bersama UMKM dan kearifan lokal serta inovasi, aplikasi ini mampu bersaing dalam situasi tersebut.

Selama pandemi ini, pihaknya tetap mengedepankan protokol kesehatan demi keamanan dan kenyamanan para pengguna layanan jasa ini.

Memakai masker, mencuci tangan atau hand sanitaizer dan menjaga jarak.

Untuk pengantaran makanan, Bujang Kurir menggunakan tas besar dan selalu di sterilisasi.

"Setiap karyawan, selalu kami cek suhu mereka dan kami pastikan kesehatan terjaga ketika bekerja melayani konsumen.

Serta yang terpenting, selalu mematuhi protokol kesehatan," tuturnya.

Baca juga: BLT UMKM Rp2,4 Juta Cair, Begini Syarat dan Cara Mendapatkannya ! Masih Ada Kuota 2,9 Juta UMKM

Dari total omzet Bujang Kurir selama perbulan, Riszky menyebutkan lebih kurang Rp 7-8 juta diperuntukkan untuk memenuhi keperluan operasional, gaji karyawan, pengembangan server dan kebutuhan lainnya.

Selain itu, Riszky mengatakan, awal berdirinya tak heran ia pun kerap menjadi keynote speaker pada Gerakan 1000 Startup Digital Pontianak, Tech In Asia Chapter Pontianak, Bekraf Developer Day 2019, Mentor & Pengajar untuk Pelatihan UMKM di Balai Latihan Koperasi Provinsi Kalbar, Dosen Tetap Prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah Pontianak.

"Saya berpesan kepada yang lain jangan takut untuk memulai suatu usaha atau bisnis.

Bahkan, dengan nol budget sekali pun bisa. Terbukti di Bujang Kurir ini, dapat saya sampaikan banyak orang hebat terlibat mendukung hingga kami bisa seperti ini," tutupnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved